ITS Ciptakan Mesin Pencacah Bonggol Jagung untuk Tingkatkan Potensi Desa

Minggu, 01 November 2020 - 10:31 WIB
Mesin pencacah yang dirancang oleh Wiwiek beserta tim tersebut memiliki tiga tingkatan kekasaran, yakni kasar, sedang, dan halus. Tingkat kekasaran ini bergantung pada produk apa yang akan dihasilkan. Sebagai contoh, pencacahan untuk bahan pakan ternak dibutuhkan hasil yang kekasarannya sedang hingga halus agar bisa dikonsumsi oleh hewan ternak. (Baca juga: 82 Tim Program Kreativitas Mahasiswa UGM Lolos PIMNAS 2020 )

Mesin pencacah ini juga memiliki kegunaan tambahan yaitu bisa dimanfaatkan untuk menghaluskan ranting dan rumput. Ranting lunak dan rerumputan biasanya juga digunakan warga Desa Bolo sebagai pakan ternak. “Sehingga mesin pencacah ini bisa juga dimanfaatkan untuk mencacah keduanya dengan tingkat kekasaran tertentu,” jelas Kepala Laboratorium Rekayasa Vibrasi dan Sistem Otomotif ini.

Mesin pencacah bonggol jagung ini sudah rampung dan sudah diujicobakan di Desa Bolo. Berdasarkan uji cobanya, mesin ini mampu menghaluskan delapan karung bonggol jagung per jamnya atau setara dengan 120 kilogram. Mesin ini juga sudah diserahkan kepada pihak Desa Bolo melalui Kepala Desa pada 3 September 2020 lalu dan disambut dengan baik oleh semua pihak terkait di desa tersebut.

Wiwiek berharap bahwa kegiatan ini bisa dilanjutkan pada Abmas dan KKN tahun depan untuk melanjutkan potensi pengembangan pembuatan briket. “Karena periode ini kami sudah menyelesaikan mesin pencacahnya, kami harap untuk skema pembuatan dan pemasaran briket bisa dikembangkan di periode berikutnya agar dapat menumbuhkan ekonomi warga Desa Bolo,” pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!