Persaingan Ketat, Ini Harapan Menristek untuk Kampus di Indonesia
Senin, 28 Desember 2020 - 07:03 WIB
Berbagai hasil riset dan inovasi Universitas Udayana dipamerkan dalam kegiatan ini, antara lain Protovak MRNA-QUART Covid-19 (Prototype vaksin Covid-19), Covidek ELISA-AB (kit deteksi antibodi terhadap Covid-19), Protovak Covid-19 untuk Anjing dan Kucing, Soc Tea (minuman botanikal herbal), Bio HS (Arak Hand Sanitizer), RATNA (Robot Assitance Udayana), SmartDrone (penyemprot desinfektan Covid-19), dan lainnya.
Menteri Bambang melanjutkan, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Kemampuan berinovasi menjadi penting dimiliki dalam mengolah keanekaragaman hayati demi terciptanya berbagai nilai tambah.
Perguruan tinggi pun diharapkan tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga harus mampu melahirkan banyak inovator.
“Ke depannya inovasi harus menjadi kata kunci sebagai orientasi kita bersama. Riset tetap menjadi backbone-nya namun apa yang dilakukan oleh perguruan tinggi juga harus bisa dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.
Menteri Bambang melanjutkan, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Kemampuan berinovasi menjadi penting dimiliki dalam mengolah keanekaragaman hayati demi terciptanya berbagai nilai tambah.
Perguruan tinggi pun diharapkan tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga harus mampu melahirkan banyak inovator.
“Ke depannya inovasi harus menjadi kata kunci sebagai orientasi kita bersama. Riset tetap menjadi backbone-nya namun apa yang dilakukan oleh perguruan tinggi juga harus bisa dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :