Ancaman Buat Siswa dan Guru, Tunda Sekolah Tatap Muka Awal 2021
Selasa, 29 Desember 2020 - 11:22 WIB
Iswara yang juga Direktur Eksekutif Pelija Peduli, sebuah organisasi peduli lingkungan itu menerangkan, meski vaksin Covid-19 sudah tiba di Tanah Air, namun tidak serta merta vaksin tersebut dapat diperoleh oleh masyarakat.
Dia memaparkan, akhir Januari 2021 baru akan dilakukan penyerahan interim result uji klinis tahap III vaksin Sinovac kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kemudian dilanjutkan oleh pengajuan lot release oleh PT Bio Farma dan BPOM.
"Jadi, diperkirakan baru akhir Maret (2021) uji klinis tahap III selesai. Kita juga melihat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa daerah masih diberlakukan dengan ketat," paparnya.
Tidak hanya itu, lanjut Iswara, munculnya varian baru COVID-19 dengan daya penularan yang sangat cepat di sejumlah negara menyebabkan tidak adanya jaminan bahwa siapapun dapat terbebas dari Covid-19, termasuk para peserta didik.
"Saya khawatir akan ada klaster baru, yaitu klaster Plpendidikan dan ini akan sangat beresiko. Sementara Covid-19 masih tinggi, vaksinasi belum dimulai, proses pembelajaran akan berlangsung masif dan serentak," katanya.
"Di lain sisi, para peserta didik bukan termasuk yang akan divaksin di awal. Oleh karena itu, untuk kebaikan para peserta didik, KBM Tatap Muka sebaiknya diundur atau ditunda," ujar Iswara menekankan.
Dia memaparkan, akhir Januari 2021 baru akan dilakukan penyerahan interim result uji klinis tahap III vaksin Sinovac kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kemudian dilanjutkan oleh pengajuan lot release oleh PT Bio Farma dan BPOM.
"Jadi, diperkirakan baru akhir Maret (2021) uji klinis tahap III selesai. Kita juga melihat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa daerah masih diberlakukan dengan ketat," paparnya.
Tidak hanya itu, lanjut Iswara, munculnya varian baru COVID-19 dengan daya penularan yang sangat cepat di sejumlah negara menyebabkan tidak adanya jaminan bahwa siapapun dapat terbebas dari Covid-19, termasuk para peserta didik.
"Saya khawatir akan ada klaster baru, yaitu klaster Plpendidikan dan ini akan sangat beresiko. Sementara Covid-19 masih tinggi, vaksinasi belum dimulai, proses pembelajaran akan berlangsung masif dan serentak," katanya.
"Di lain sisi, para peserta didik bukan termasuk yang akan divaksin di awal. Oleh karena itu, untuk kebaikan para peserta didik, KBM Tatap Muka sebaiknya diundur atau ditunda," ujar Iswara menekankan.
Lihat Juga :