Dinilai Aman, Sleman Putuskan Sekolah Tatap Muka Mulai Februari
Selasa, 05 Januari 2021 - 09:42 WIB
Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan keterangan soal PTM di Sleman tahun 2021, Senin (4/1), Foto/MNC News Portal/Priyo Setyawan
SLEMAN - Pemkab Sleman siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada Februari 2021. Terutama untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sedangkan jenjang TK dan PAUD belum akan dilaksaakan.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, untuk PTM direncanakan akan digerak secara serentak untuk jejang SD dan SMP atau yang menjadi kewenangan kabupatan, mulai 1 Februari 2021. Untuk itu, sekolah sudah diminta untuk menyiapkan sarana dan prasarana penunjang. (Baca juga: Ancaman Klaster Sekolah, Ini Rekomendasi FSGI Terkait PTM 2021 )
“Di Januari ini, kami memberikan arahan kepada sekolah untuk PTM tersebut,” kata Sri Purnomo,Senin (4/1/2020).
Sri Purnomo menjelaskan, untuk PTM sendiri tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Contoh teknisnya tempat duduk siswa dibuat berjarak, siswa wajib mengenakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ruang kelas.
“Jadi skemanya adalah penerapan Cita Mas Jajar (cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan jaga jarak) yang merupakan kunci untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” paparnya. (Baca juga: Survei FSGI: Takut Tertular Covid-19 Alasan Utama Tolak PTM 2021 )
Namun begitu, untuk PTM ini, tetap harus ada izin dari orang tua atau wali murid. Jika ada yang tidak memberikan persetujuan, tetap akan memberikan pelayanan pembelajaran secara daring, berapa pun jumlah siswanya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, untuk PTM direncanakan akan digerak secara serentak untuk jejang SD dan SMP atau yang menjadi kewenangan kabupatan, mulai 1 Februari 2021. Untuk itu, sekolah sudah diminta untuk menyiapkan sarana dan prasarana penunjang. (Baca juga: Ancaman Klaster Sekolah, Ini Rekomendasi FSGI Terkait PTM 2021 )
“Di Januari ini, kami memberikan arahan kepada sekolah untuk PTM tersebut,” kata Sri Purnomo,Senin (4/1/2020).
Sri Purnomo menjelaskan, untuk PTM sendiri tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Contoh teknisnya tempat duduk siswa dibuat berjarak, siswa wajib mengenakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ruang kelas.
“Jadi skemanya adalah penerapan Cita Mas Jajar (cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan jaga jarak) yang merupakan kunci untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” paparnya. (Baca juga: Survei FSGI: Takut Tertular Covid-19 Alasan Utama Tolak PTM 2021 )
Namun begitu, untuk PTM ini, tetap harus ada izin dari orang tua atau wali murid. Jika ada yang tidak memberikan persetujuan, tetap akan memberikan pelayanan pembelajaran secara daring, berapa pun jumlah siswanya.
Lihat Juga :