Peneliti BRIN Siti Zuhro: Daerah Maju Kuncinya Inovasi dan Gotong Royong, Stop Mengeluh!
Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:13 WIB
loading...
Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mendorong kepala daerah untuk inovasi dan melakukan terobosan kreatif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Foto/SindoNews
A
A
A
JEMBER - Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) Siti Zuhro menyatakan dengan tegas agar kepala daerah untuk berhenti mengeluh. Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi, pemerintah daerah harus menemukan inovasi dan melakukan terobosan kreatif.
Hal itu diungkap Siti Zuhro pada Sarasehan Nasional "Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa" yang menjadi pembuka helatan Keluarga Alumni Universitas Jember, KAUJE Fest 2026 di Gedung Soejarwo Universitas Jember, Jawa Timur secara onlines pada Jumat, 3 Juli 2026.
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jember ini cukup gemas dengan kultur mengeluh dan cenderung apatis, yang menggejala hampir disegala lini kehidupan saat ini. Sebagai imbauan untuk tetap semangat, Siti Zuhro menyarankan Pemimpin Daerah menemukan inovasi, membuat terobosan-terobosan kreatif serta membujuk publik berkolaborasi, yang dalam tradisi lama Nusantara, tak salah lagi: gotong-royong.
Baca juga: Sinergi BRIN dan UAG University Dorong Transformasi Manajemen Talenta Riset Nasional
Sarasehan Nasional ini dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Bupati Ngada Raymundus Bena, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, serta Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Sementara itu, kondisi fiskal terbatas dengan orientasi relasi Pemerintah dan Daerah, Prof. Wiwieq, panggilan akrab Siti Zuhro menekankan agar saatnya membuat terobosan-terobosan. Maka, selayaknya kultur mengeluh secepatnya bertransformasi dengan budaya anyar, yakni mencipta inovasi yang mampu mempercepat kemajuan daerah.
Dengan demikian, cendekia periset politik ini ingin agar keterbatasan anggaran dan kewenangan-kewenangan pemimpin daerah bukanlah akhir segalanya. Dalam paparan singkat sejumlah gambaran umum yang terdiri dari lebih 8 slide, penulis bisa menyimak bahwa Inovasi dan Gotong Royong ala Prof. Siti Zuhro adalah ruh manifestasi dari kemampuan pemimpin daerah untuk membangun ekosistem yang kondusif di tataran ekonomi dan politik. Yakni, masih seturut dia adalah kualitas tata kelola, inovasi kebijakan, kolaborasi multipihak, dan kemampuan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Lihat video: Dana Minim, UU Pemda Macet! Rektor IPDN Bongkar Penyebab Daerah Sulit Maju
Siti Zuhro menambahkan transparansi dan akuntabilitas APBD, efisensi atas belanja birokrasi yang tidak efektif, selain penguatan program yang berdampak, dan tentunya juga perlunya memperkuat pengawasan internal dan partisipasi publik. Siti Zuhro menyebut kemajuan daerah bersandar pula pada bertumbuhnya dan penguatan desa inovatif.
Hal itu diungkap Siti Zuhro pada Sarasehan Nasional "Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa" yang menjadi pembuka helatan Keluarga Alumni Universitas Jember, KAUJE Fest 2026 di Gedung Soejarwo Universitas Jember, Jawa Timur secara onlines pada Jumat, 3 Juli 2026.
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jember ini cukup gemas dengan kultur mengeluh dan cenderung apatis, yang menggejala hampir disegala lini kehidupan saat ini. Sebagai imbauan untuk tetap semangat, Siti Zuhro menyarankan Pemimpin Daerah menemukan inovasi, membuat terobosan-terobosan kreatif serta membujuk publik berkolaborasi, yang dalam tradisi lama Nusantara, tak salah lagi: gotong-royong.
Baca juga: Sinergi BRIN dan UAG University Dorong Transformasi Manajemen Talenta Riset Nasional
Sarasehan Nasional ini dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Bupati Ngada Raymundus Bena, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana, serta Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Sementara itu, kondisi fiskal terbatas dengan orientasi relasi Pemerintah dan Daerah, Prof. Wiwieq, panggilan akrab Siti Zuhro menekankan agar saatnya membuat terobosan-terobosan. Maka, selayaknya kultur mengeluh secepatnya bertransformasi dengan budaya anyar, yakni mencipta inovasi yang mampu mempercepat kemajuan daerah.
Dengan demikian, cendekia periset politik ini ingin agar keterbatasan anggaran dan kewenangan-kewenangan pemimpin daerah bukanlah akhir segalanya. Dalam paparan singkat sejumlah gambaran umum yang terdiri dari lebih 8 slide, penulis bisa menyimak bahwa Inovasi dan Gotong Royong ala Prof. Siti Zuhro adalah ruh manifestasi dari kemampuan pemimpin daerah untuk membangun ekosistem yang kondusif di tataran ekonomi dan politik. Yakni, masih seturut dia adalah kualitas tata kelola, inovasi kebijakan, kolaborasi multipihak, dan kemampuan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Lihat video: Dana Minim, UU Pemda Macet! Rektor IPDN Bongkar Penyebab Daerah Sulit Maju
Siti Zuhro menambahkan transparansi dan akuntabilitas APBD, efisensi atas belanja birokrasi yang tidak efektif, selain penguatan program yang berdampak, dan tentunya juga perlunya memperkuat pengawasan internal dan partisipasi publik. Siti Zuhro menyebut kemajuan daerah bersandar pula pada bertumbuhnya dan penguatan desa inovatif.
Lihat Juga :