Tim Mahasiswa ITS Gagas Thorium untuk Bahan Bakar PLTN

Selasa, 12 Januari 2021 - 08:40 WIB
Nilai tersebut, lanjut Michael, merupakan yang terbesar dibandingkan pembangkit listrik lainnya, sehingga menghasilkan limbah padat radioaktif yang lebih sedikit. Untuk diketahui, reaktor PLTN memanfaatkan reaksi fisi dari senyawa radioaktif yang menghasilkan steam sebagai penggerak turbin untuk produksi listrik. (Baca juga: Catat! Ini Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru di UI )

“Dalam hal ini, Thorium lebih aman karena reaksi fisinya tidak membentuk senyawa yang berpotensi disalahgunakan untuk bom nuklir,” ungkapnya.

Cadangan Thoruium di Indonesia ternyata melimpah. Eksplorasi Pusat Sumber Daya Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan adanya cadangan Monasit (mineral yang mengandung Thorium) terbesar di Kepulauan Bangka Belitung. “Kadar Thorium-nya sangat besar, berkisar antara 62,9-85,7 ppm per gram,” bebernya.

Melihat potensi tersebut, Tim Inventhor mengusulkan pendirian PLTN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan memperhatikan beberapa aspek. Berkaitan dengan aspek geologis, Michael menyebutkan bahwa daerah tersebut relatif aman dari gempa dan tsunami. Selain itu, terdapat pasokan air yang cukup untuk sistem utilitas PLTN karena dekat dengan perairan Natuna dan Laut Jawa. “Hal ini berkaitan dengan on-line processing Monasit menjadi Thorium Oksida,” tambahnya.

Berkat kreativitasnya, gagasan milik Michael bersama kedua rekannya, Kenny Santoso dan Brian Setiawan ini berhasil menyabet medali emas pada ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) dalam bidang Renewable Energy, beberapa waktu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!