Pembukaan SPAN-UM PTKIN 2021, Ini Pesan Menag kepada Seluruh Pimpinan PTKIN

Kamis, 14 Januari 2021 - 13:36 WIB
Menurut Menag, ada dua fakta yang harus menjadi perhatian pimpinan PTKIN. Pertama, menurunnya minat pendaftar terhadap sejumlah prodi ilmu keislaman (Islamic Studies), antara lain: Ilmu Hadis, Manajemen Zakat dan Wakaf, dan Bimbingan Penyuluhan Islam.

Minat terhadap Perbankan Syariah dan Manajemen Keuangan Syariah memang meningkat, namun masih kalah dengan Kedokteran, Psikologi, Sains dan Teknologi."Ini harus dipikirkan inovasinya," pesan Menag.

Fakta kedua, input pendaftar PTKIN hampir 50 persen didominasi alumni SMA/SMK. Sebagian besar dari mereka lemah dalam Islamic Studies. Karenanya, perlu penguatan wawasan keagaman yang moderat."Ini juga harus diinisiasi programnya. Agar sejalan dengan penguatan moderasi beragama yang sedang digalakkan Kemenag," pesannya. Baca juga: Syekh Ali Jaber Meninggal, Menag: Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah di Indonesia

Di hadapan forum Rektor, Menag kembali menegaskan tentang integritas, baik civitas akademika maupun alumni. "Jangan sampai ada civitas akademika dan alumni PTKIN yang terlibat perbuatan tercela seperti korupsi. Sebab menyandang status sebagai alumni PTKIN itu tidak lah mudah karena ada kata Islam," tegas Gus Yaqut.

Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani dalam laporannya mengatakan SPAN-UM PTKIN 2021 hadir dengan semangat meningkatkan peran PTKIN dalam membangun peradaban. SPAN-UM PTKIN ini sudah digelar sejak 2010. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam pada PTKIN strata 1 (program sarjana).

"SPAN-UM PTKIN dilakulan dengan mengunakan sistem seleksi elektroik atau computer based test (CBT) online tahun 2021," kata Ali Ramdhani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!