Mahasiswa ITS Teliti Superkapasitor sebagai Wind Energy Smoother

Jum'at, 15 Januari 2021 - 23:19 WIB
Namun hingga saat ini, kurang dari 1/6 saja kapasitas dari yang terpasang yang telah dimanfaatkan. “Karena yang terpasang masih sedikit, jadi tidak kalah penting untuk dilakukan optimasi agar energi yang dihasilkan tidak terbuang sia-sia,” katanya melalui siaran pers, Jumat (15/1). Baca juga: Simak 20 PTN dengan Jumlah Pendaftar Terbanyak di SNMPTN 2020

Penggunaan baterai sebagai media penyimpanan energi selama ini masih memiliki kekurangan. Tingkat fluktuasi kecepatan angin yang tinggi menyebabkan daya yang kurang mampu ditangkap dengan baik oleh baterai sebagai media penyimpan energi. Kerapatan daya yang kecil pada baterai menyebabkan durasi yang lama untuk bisa terisi penuh.

“Baterai memiliki kemampuan charging dan discharging yang rendah, life cycle yang relatif pendek, serta mudah terbakar karena menggunakan proses kimiawi,” imbuhnya.

Oleh karenanya, lanjut Arian, diujilah sebuah media penyimpan energi yang memiliki tingkat kerapatan daya yang lebih besar, yaitu superkapasitor. Untuk mengujinya, dibuat pemodelan blok diagram pada perangkat lunak Mathlab Simulink.

Terlebih dahulu, beberapa komponen seperti turbin angin, rectifier, controller boost, converter boost, converter bidirectional, controller bidirectional dan penyimpan energi disusun sedemikan rupa membentuk sebuah skema.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!