Mahasiswa ITS Ciptakan Pelampung untuk Mencegah Hipotermia

Jum'at, 22 Januari 2021 - 09:23 WIB
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS ini menerangkan, kerja dari pelampung Hy-Live tersebut menggunakan tiga sensor LM35 yang telah ditempatkan di titik tertentu. Sensor tersebut akan mendeteksi suhu tubuh korban dan lingkungan. Baca juga: Rektor UIN: Ini 4 Karakter ASN di Indonesia, Kita di Posisi Mana?

"Pembacaan suhu didapatkan dari area sekitar heater yang dekat dengan kulit tubuh, di mana heater tersebut ditempatkan pada bagian dada dan punggung pelampung,” katanya melalui siaran pers, Kamis (21/1).

Ferdi melanjutkan, hasil pembacaan suhu oleh sensor tersebut diteruskan ke mikrokontroler jenis arduino nano. Kemudian, mikrokontroler mengolah data dari ketiga sensor hingga didapatkan suhu referensi sebagai acuan untuk batasan nyala dan matinya heater.

“Saat suhu referensi berada di bawah suhu tubuh normal (36 derajat celcius, red), maka heater akan menyala dan membuat suhu di sekitar heater menjadi hangat,” jelasnya.

Menurut Ferdi, ketika pelampung tenggelam maka heater pun akan tercelup dalam air. Oleh karena itu, bila kondisi lingkungan air laut dan tubuh misalnya terdeteksi sekitar 32 derajat celcius, heater akan menyala terus menerus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!