Ini 4 Saran Mitigasi Bencana dari Guru Besar IPB University
Jum'at, 22 Januari 2021 - 14:25 WIB
Guru Besar Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University Prof Dr Akhmad Fauzi. Foto/Dok/Humas IPB
JAKARTA - Guru Besar Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University Prof Dr Akhmad Fauzi turut menanggapi fenomena bencana alam yang belakangan ini marak terjadi. Prof Fauzi memberikan 4 saran mitigasi bencana di Indonesia.
Menurutnya, secara umum bencana dibagi menjadi dua jenis yakni antropogenik dan bencana alamiah yang terjadi karena aktivitas alam. Bencana antropogenik atau bencana yang disebabkan oleh kegiatan manusia dapat dicegah sedangkan bencana alamiah tidak dapat dicegah sehingga tidak dapat dihindari. Baca juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Pelampung untuk Mencegah Hipotermia
“Bencana alamiah ini sangat beragam dari yang kecil dengan frekuensi yang relatif sering sampai yang besar dengan kejadian yang relatif jarang,” katanya melalui siaran pers, Jumat (22/1/2021).
Prof Fauzi menyampaikan empat langkah untuk memperkuat ketahanan Indonesia terhadap ancaman bencana. Pertama adalah mulai membaca pola dan sebab-akibat dari bencana secara komprehensif dan sistematis dan tidak menganggap bencana sebagai takdir semata.
Menurutnya, secara umum bencana dibagi menjadi dua jenis yakni antropogenik dan bencana alamiah yang terjadi karena aktivitas alam. Bencana antropogenik atau bencana yang disebabkan oleh kegiatan manusia dapat dicegah sedangkan bencana alamiah tidak dapat dicegah sehingga tidak dapat dihindari. Baca juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Pelampung untuk Mencegah Hipotermia
“Bencana alamiah ini sangat beragam dari yang kecil dengan frekuensi yang relatif sering sampai yang besar dengan kejadian yang relatif jarang,” katanya melalui siaran pers, Jumat (22/1/2021).
Prof Fauzi menyampaikan empat langkah untuk memperkuat ketahanan Indonesia terhadap ancaman bencana. Pertama adalah mulai membaca pola dan sebab-akibat dari bencana secara komprehensif dan sistematis dan tidak menganggap bencana sebagai takdir semata.
Lihat Juga :