Ingin Jadi Dokter, FK UMJ Buka Pendaftaran Mahasiswa Gelombang Kedua
Kamis, 04 Maret 2021 - 09:37 WIB
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta membuka pendaftaran mahasiswa gelombang kedua di kampusnya. Foto/Dok/Humas UMJ
JAKARTA - Di masa pandemi dan vaksinasi yang sedang gencar dilakukan pemerintah saat ini, profesi tenaga kesehatan memiliki peran penting. Dunia kesehatan merupakan salah satu bidang yang sudah dikenal lama di dunia. Bahkan sejak zaman dahulu, orang-orang yang memiliki pengetahuan di dalam dunia medis sudah mendapatkan tempat yang terhormat di masyarakat.
Kebutuhan tenaga kesehatan baik dokter, bidan dan ahli gizi saat ini memang sangat besar, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia sehat sesuai program kementrian kesehatan Republik Indonesia.
Baca juga: Kemendikbud Keluarkan Pedoman untuk Perkuliahan Semester Genap
Menurut data lansiran Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian (Ditjen Farmalkes) Kementerian Kesehatan RI, sampai tahun 2020 ini Indonesia masih defisit berbagai jenis tenaga kesehatan, terutama dokter.
Siapa yang tidak mau menjadi seorang dokter bukan? Namun bagi siapa saja yang berminat tidak hanya biaya saja yang harus dipersiapkan untuk bisa masuk dan kuliah kedokteran dibutuhkan kemampuan yang di atas rata-rata, mengingat profesi dokter bukanlah profesi yang main-main sebab erat hubungannya dengan nyawa manusia salah dikit saja bisa menyebabkan kematian.
Wajar saja jika kedokteran menjadi salah satu Fakultas yang banyak dicari, meski harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi namun masa depan profesi dokter masih cemerlang, bisa dilihat dengan tingginya pendaftaran peserta kedokteran di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) setiap tahunnya.
Kebutuhan tenaga kesehatan baik dokter, bidan dan ahli gizi saat ini memang sangat besar, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia sehat sesuai program kementrian kesehatan Republik Indonesia.
Baca juga: Kemendikbud Keluarkan Pedoman untuk Perkuliahan Semester Genap
Menurut data lansiran Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian (Ditjen Farmalkes) Kementerian Kesehatan RI, sampai tahun 2020 ini Indonesia masih defisit berbagai jenis tenaga kesehatan, terutama dokter.
Siapa yang tidak mau menjadi seorang dokter bukan? Namun bagi siapa saja yang berminat tidak hanya biaya saja yang harus dipersiapkan untuk bisa masuk dan kuliah kedokteran dibutuhkan kemampuan yang di atas rata-rata, mengingat profesi dokter bukanlah profesi yang main-main sebab erat hubungannya dengan nyawa manusia salah dikit saja bisa menyebabkan kematian.
Wajar saja jika kedokteran menjadi salah satu Fakultas yang banyak dicari, meski harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi namun masa depan profesi dokter masih cemerlang, bisa dilihat dengan tingginya pendaftaran peserta kedokteran di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) setiap tahunnya.
Lihat Juga :