Mahasiswa ITS Cetuskan Ide Otomatisasi Budidaya Tambak

Selasa, 09 Maret 2021 - 23:00 WIB
Berdasarkan hasil studi lapangan yang dilakukan oleh keduanya, lanjut Danial, para petambak cenderung kewalahan mengontrol tambak milik mereka. “Apalagi sebagian dari mereka punya lebih dari lima tambak intensif yang membutuhkan kontrol setiap saat,” ungkapnya.

Baca juga: 1.106 Pesantren Salafiyah Gelar Ujian Kesetaraan Sekolah 2021

Keduanya memaparkan ide ini yang terdiri dari 2 perangkat, yaitu node (sistem PONINTEN) untuk memonitor parameter air tambak laut, serta aplikasi pengendali jarak jauh. Cara kerjanya sederhana, alat akan mendeteksi tingkat parameter yang sudah ditentukan, kemudian akan menstabilkan air jika parameternya berubah.

Alat juga akan mengirimkan notifikasi perubahan parameter ke ponsel pengguna melalui aplikasi dengan teknologi Long Range (LoRa) yang merupakan protokol komunikasi nirkabel jarak jauh untuk area luas dengan daya rendah.

Lebih lanjut, Danial menjelaskan bahwa PONINTEN mengandalkan beberapa parameter untuk menciptakan kondisi tambak yang optimal. Parameter tersebut adalah suhu, ketinggian permukaan air, dan salinitas atau kandungan garam dalam air.

Tingkat akurasi sistem terhadap air tambak untuk tiap parameter sangat baik dengan tingkat persentase kesalahan rata-rata di bawah satu persen. Keakuratan ini didapatkan dari hasil uji coba di kolam mini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!