Pemerintah Dorong WNI Belajar di Kanada
Rabu, 24 Maret 2021 - 18:43 WIB
Leonard menyatakan, kampus-kampus di Kanada mampu memberikan nilai lebih bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di sana. Apalagi, dukungan perusahaan-perusahaan di sana juga sangat kuat yang mana mereka siap menjadi user bagi mahasiswa-mahasiswa yang sudah lulus dari kampus-kampus itu.
Baca juga: UNS Umumkan Top 10 Nominee UNS Jawametrik 2021
“Satu contoh Siemens Canada memberikan alat kepada salah satu kampus dan menggelar pelatihannya untuk transformasi teknologi. Secara tidak langsung SDM sudah mengenal alat itu, dan itu akan menjadi SDM yang berguna bagi mereka,” tutur Leonard.
Dengan dukungan itu, kampus-kampus tersebut akan semakin berkembang dan perusahaan pendukung juga bisa menjadi tempat magang para mahasiswa. Bahkan, mereka tidak perlu lagi melatih SDM dari nol karena sudah dibekali sejak masih mahasiswa.
Ini yang membuat kampus-kampus di Kanada menjadi menjadi kampus plus dan berbobot. Bahkan, beberapa kampus mampu masuk 50 besar peringkat universitas terbaik dunia di antara kampus-kampus terbaik di AS dan Eropa. Contohnya, Universitas Toronto menempati peringkat 25, dan Universitas of British Columbia, Ontario, menempati peringkat 45. Ini bukti bahwa kampus-kampus di Kanada layak menjadi tujuan pendidikan masyarakat dunia.
Baca juga: UI Jadi Incaran, Ini Prodi yang Paling Banyak Diminati Peserta SNMPTN 2021
Berdasarkan dari data Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) 2019, jumlah siswa internasional yang belajar di Kanada saat ini mencapai 642.480 orang. Sebagian besar adalah pelajar dari Asia, termasuk Indonesia. Menurut statistik IRCC 2018, lebih dari 50% siswa internasional berasal dari dua negara, India (30%) dan China (25%). Negara lainnya adalah Korea Selatan 24.195 pelajar dan Vietnam 20.330 orang.
Baca juga: UNS Umumkan Top 10 Nominee UNS Jawametrik 2021
“Satu contoh Siemens Canada memberikan alat kepada salah satu kampus dan menggelar pelatihannya untuk transformasi teknologi. Secara tidak langsung SDM sudah mengenal alat itu, dan itu akan menjadi SDM yang berguna bagi mereka,” tutur Leonard.
Dengan dukungan itu, kampus-kampus tersebut akan semakin berkembang dan perusahaan pendukung juga bisa menjadi tempat magang para mahasiswa. Bahkan, mereka tidak perlu lagi melatih SDM dari nol karena sudah dibekali sejak masih mahasiswa.
Ini yang membuat kampus-kampus di Kanada menjadi menjadi kampus plus dan berbobot. Bahkan, beberapa kampus mampu masuk 50 besar peringkat universitas terbaik dunia di antara kampus-kampus terbaik di AS dan Eropa. Contohnya, Universitas Toronto menempati peringkat 25, dan Universitas of British Columbia, Ontario, menempati peringkat 45. Ini bukti bahwa kampus-kampus di Kanada layak menjadi tujuan pendidikan masyarakat dunia.
Baca juga: UI Jadi Incaran, Ini Prodi yang Paling Banyak Diminati Peserta SNMPTN 2021
Berdasarkan dari data Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) 2019, jumlah siswa internasional yang belajar di Kanada saat ini mencapai 642.480 orang. Sebagian besar adalah pelajar dari Asia, termasuk Indonesia. Menurut statistik IRCC 2018, lebih dari 50% siswa internasional berasal dari dua negara, India (30%) dan China (25%). Negara lainnya adalah Korea Selatan 24.195 pelajar dan Vietnam 20.330 orang.
Lihat Juga :