Karya Mahasiswa BINUS Northumbria School of Design Tampil di Paris Fashion Week
Jum'at, 02 April 2021 - 09:08 WIB
HANYUTAN, karya Cynthia Halim dan Nabila Kaulika, merupakan brand yang terinspirasi dari ego manusia yang mampu menciptakan benturan antarbudaya. HANYUTAN berasal dari kata 'hanyut'. Kata itu sendiri memiliki beberapa arti, salah satunya adalah 'terbawa oleh arus'. Aliran ego manusia terkadang begitu kuat sehingga mampu menciptakan gelombang kebencian yang menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya.
Koleksi ini bertujuan untuk mempromosikan gagasan perdamaian dan kebebasan berekspresi melalui pengaruh budaya punk. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kita dapat mewarisi dan menyesuaikan kedua budaya tersebut tanpa perang, kekerasan, atau diskriminasi.
Merek fesyen karya Nadira Alisha Suarga dan Arintha Vysistha, AKSU, merepresentasikan perpaduan elemen kontemporer dan budaya lokal Indonesia yang mengakar. Didesain untuk menyampaikan identitas sejati dan ekspresi pribadi, AKSU secara konsisten menggabungkan detail dan inovasi buatan tangan dengan tetap menjaga keserbagunaan di setiap koleksinya.
AKSU sebelumnya pernah tampil dalam 'HIKAYAT: Tales of Minang' di Jakarta Fashion Week 2017, juga berupaya memperkuat ide slow-fashion dan memberdayakan industri kreatif lokal Indonesia.
Lihat Juga :