Miris, Mayoritas Siswa Putuskan Tak Sekolah karena Faktor Ini

Sabtu, 10 Juli 2021 - 05:04 WIB
Siswa Sekolah Dasar (SD) bersama teman-teman saat pulang sekolah. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Persentase terbesar anak tidak sekolah terdapat pada keluarga dengan penghasilan paling rendah. Hal itu berdasarkan analisis situasi yang dilakukan Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Tata Kelola Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).

"Selain itu, juga ditemukan kecenderungan penurunan angka pendaftaran siswa baru di kelas awal jika dibandingkan tahun lalu," kata Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan), Kemendikbudristek , Suhadi, dalam keterangan pers, Kamis (8/7/2021).



Baca juga: Ini 5 Keutamaan Pengenalan Profesi pada Anak

Tim INOVASI melakukan analisis situasi di 612 SD/MI di 20 kabupaten/kota di delapan provinsi untuk melihat kesenjangan pembelajaran di masa pandemi. Delapan provinsi yang dianalisis yakni Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, NTT, NTB, Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. Aspek yang dilihat, yakni keterampilan dasar serta dampaknya pada kelompok anak-anak rentan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!