Respons Kemajuan Teknologi, RMI-AWS Kolaborasi Cetak Talenta Digital Para Santri
Minggu, 11 Juli 2021 - 23:16 WIB
Harapannya, lanjut dia, program ini memberi manfaat kepada santri khususnya dan untuk pesantren dan umat Islam pada umumnya dalam pemanfaatan teknologi. Target dari program ini adalah santri mampu membuat website secara mandiri, website untuk informasi, pengembangan dakwah dan publikasi ilmu-ilmu khas pesantren dan dalam jangka panjang santri dapat berkontribusi lebih luas dalam industri startup di Indonesia.
"Digitalisasi di pesantren untuk saat ini merupakan tuntutan, maka yang harus membangun digital sistem di pesantren, baik jaringan maupun sistem data harus dari santri sendiri bukan orang luar pesantren karena ini terkait dengan keamanan siber. Karena itu, kita perlu serius mempersiapkan para santri memiliki kompetensi esensial yang diperlukan santri di masa mendatang," harapnya.
20 Pesantren peserta dalam program ini di antaranya Pesantren Al-Burdah, Pesantren Aswaja Nusantara, Pesantren Annur Garut, Pesantren Rodlotul Mubtadi’in, Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Pesantren Nuril Anwar Maron, Pesantren Al-Iman, Pesantren Maunah, Pesantren Darussalam Subah, Pesantren Maslakul Huda, Pesantren Qothrotul Falah, Pesantren Al-Badi’iyah, Pesantren Darunnajaah, Pesantren Ekonomi Darul Ukhwah, Pesantren Langitan, Pesantren Darul Ulum Poncol, Pesantren Tremas, Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah, Pesantren Fathurrabbaniy, dan Pesantren Sanam.
Kompetisi Santri 4.0
Guna menjaring inovasi, kreatifitas, dan pemecahan masalah berbasis teknologi, RMI juga menggelar Kompetisi Santri 4.0 dengan tema “Dari Santri untuk Pesantren dan Umat Islam”. Melalui kompetisi ini para santri membuat proposal proyek untuk pengembangan pesantren dan umat Islam melalui pemanfaatan teknologi menggunakan layanan Amazon Web Service.
Kompetisi Santri 4.0 ini dapat diikuti oleh Master trainer dan teachers pada program “Laptop for Builders” dan terbuka juga untuk santriwan dan santriwati se-Indonesia dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh panitia dalam buku panduan kompetisi.
Output dengan diadakan kompetisi ini adalah membuka peluang dan partisipasi santri dalam membuat proyek berbasis teknologi. Harapannya proposal proyek tersebut menghasilkan produk berbasis teknologi yang bermanfaat bagi pesantren dan umat Islam.
“Kami sangat mengharapkan dari kompetisi ini munculnya inovasi dan produk-produk yang tidak hanya bisa menjadi solusi di Pondok Pesantren masing-masing peserta tapi juga untuk diimplementasikan ke Pondok pesantren lain atau bahkan dengan skala yang lebih besar lagi,” kata Gunawan Susanto selaku Country General Manager AWS Indonesia.
"Digitalisasi di pesantren untuk saat ini merupakan tuntutan, maka yang harus membangun digital sistem di pesantren, baik jaringan maupun sistem data harus dari santri sendiri bukan orang luar pesantren karena ini terkait dengan keamanan siber. Karena itu, kita perlu serius mempersiapkan para santri memiliki kompetensi esensial yang diperlukan santri di masa mendatang," harapnya.
20 Pesantren peserta dalam program ini di antaranya Pesantren Al-Burdah, Pesantren Aswaja Nusantara, Pesantren Annur Garut, Pesantren Rodlotul Mubtadi’in, Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Pesantren Nuril Anwar Maron, Pesantren Al-Iman, Pesantren Maunah, Pesantren Darussalam Subah, Pesantren Maslakul Huda, Pesantren Qothrotul Falah, Pesantren Al-Badi’iyah, Pesantren Darunnajaah, Pesantren Ekonomi Darul Ukhwah, Pesantren Langitan, Pesantren Darul Ulum Poncol, Pesantren Tremas, Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah, Pesantren Fathurrabbaniy, dan Pesantren Sanam.
Kompetisi Santri 4.0
Guna menjaring inovasi, kreatifitas, dan pemecahan masalah berbasis teknologi, RMI juga menggelar Kompetisi Santri 4.0 dengan tema “Dari Santri untuk Pesantren dan Umat Islam”. Melalui kompetisi ini para santri membuat proposal proyek untuk pengembangan pesantren dan umat Islam melalui pemanfaatan teknologi menggunakan layanan Amazon Web Service.
Kompetisi Santri 4.0 ini dapat diikuti oleh Master trainer dan teachers pada program “Laptop for Builders” dan terbuka juga untuk santriwan dan santriwati se-Indonesia dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh panitia dalam buku panduan kompetisi.
Output dengan diadakan kompetisi ini adalah membuka peluang dan partisipasi santri dalam membuat proyek berbasis teknologi. Harapannya proposal proyek tersebut menghasilkan produk berbasis teknologi yang bermanfaat bagi pesantren dan umat Islam.
“Kami sangat mengharapkan dari kompetisi ini munculnya inovasi dan produk-produk yang tidak hanya bisa menjadi solusi di Pondok Pesantren masing-masing peserta tapi juga untuk diimplementasikan ke Pondok pesantren lain atau bahkan dengan skala yang lebih besar lagi,” kata Gunawan Susanto selaku Country General Manager AWS Indonesia.
Lihat Juga :