Mahasiswa FK-UB Ramu Daun Belimbing Wuluh dan Cangkang Udang Jadi Obat Gusi Bengkak
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 16:29 WIB
Rasio terjadinya komplikasi infeksi pada tindakan insisi mencapai sebesar 14%-17%. Komplikasi yang ditimbulkan, antara lain pembengkakan, rasa nyeri, hingga infeksi sistemik.
Baca juga: Kemendikbudristek Luncurkan Sistem Layanan untuk Kurangi Beban Administrasi Dosen
Untuk mencegah komplikasi tersebut serta mempercepat penyembuhan luka, diperlukan suatu pengobatan tertentu.
“Oleh karena itu, tim kami dengan saya Ony Wulandari (FKG) sebagai ketua, serta Tasya Safina Utomoputri (FKG), dan Sekar Citra Priana (FKG) dibawah bimbingan drg. Nenny Prasetyaningrum, M.Ked berinovasi untuk menciptakan Topikal Nano Gel Ekstrak Daun Belimbing Wuluh dan Cangkang Udang yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka insisi gingiva,” ujar Ony dilansir dari laman resmi UB di ub.ac.id, Kamis (19/8/2021).
Daun belimbing wuluh mengandung berbagai macam senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, saponin, triterpenoid, alkaloid, tanin, dan kumarin. Selain penggunaannya yang masih minim, daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan batang maupun buahnya.
Kemampuan antibakteri dari senyawa aktif dalam daun belimbing wuluh sangat penting untuk mengeliminasi bakteri atau mikroorganisme yang ada di area luka, sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi.
Baca juga: Kemendikbudristek Luncurkan Sistem Layanan untuk Kurangi Beban Administrasi Dosen
Untuk mencegah komplikasi tersebut serta mempercepat penyembuhan luka, diperlukan suatu pengobatan tertentu.
“Oleh karena itu, tim kami dengan saya Ony Wulandari (FKG) sebagai ketua, serta Tasya Safina Utomoputri (FKG), dan Sekar Citra Priana (FKG) dibawah bimbingan drg. Nenny Prasetyaningrum, M.Ked berinovasi untuk menciptakan Topikal Nano Gel Ekstrak Daun Belimbing Wuluh dan Cangkang Udang yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka insisi gingiva,” ujar Ony dilansir dari laman resmi UB di ub.ac.id, Kamis (19/8/2021).
Daun belimbing wuluh mengandung berbagai macam senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, saponin, triterpenoid, alkaloid, tanin, dan kumarin. Selain penggunaannya yang masih minim, daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan batang maupun buahnya.
Kemampuan antibakteri dari senyawa aktif dalam daun belimbing wuluh sangat penting untuk mengeliminasi bakteri atau mikroorganisme yang ada di area luka, sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi.
Lihat Juga :