Alumni ITB Ciptakan Aplikasi Anti Nganggur, Pertemukan Pencari Kerja dan Industri
Jum'at, 10 September 2021 - 01:33 WIB
Platformnya ini pun memberikan ratusan modul video belajar (e-learning) mengenai beragam skill yang bisa dipelajari kapan pun. Platform ini juga didukung dengan kumpulan ratusan informasi lowongan pekerjaan dari berbagai sumber valid sehingga memudahkan banyak pencari kerja. "Serta kumpulan informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan ternama," ujarnya.
Pihaknya, telah membangun kerja sama strategis dengan berbagai institusi dalam mengentaskan masalah pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia. Menurut dia, salah satu penyebab dari tingginya angka pengangguran ini adalah besarnya skill gap antara dunia akademisi dan industri di Indonesia.
Baca juga: 28 Dosen UIN SGD Bandung Lulus Uji Kompetensi Internasional
Pemuda yang belajar langsung lompat dari program S1 ITB ke jenjang S3 di University of Science and Technology, South Korea ini menjelaskan, setidaknya dibutuhkan akselerasi untuk menyelesaikan masalah pengangguran kaum terdidik di Indonesia. Dia berharap platform yang dibangunnya ini mampu menjawab persoalan tersebut.
“Platform ini dibangun atas dasar kegelisahan terhadap berjaraknya dunia pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia," ujarnya.
Pihaknya, telah membangun kerja sama strategis dengan berbagai institusi dalam mengentaskan masalah pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia. Menurut dia, salah satu penyebab dari tingginya angka pengangguran ini adalah besarnya skill gap antara dunia akademisi dan industri di Indonesia.
Baca juga: 28 Dosen UIN SGD Bandung Lulus Uji Kompetensi Internasional
Pemuda yang belajar langsung lompat dari program S1 ITB ke jenjang S3 di University of Science and Technology, South Korea ini menjelaskan, setidaknya dibutuhkan akselerasi untuk menyelesaikan masalah pengangguran kaum terdidik di Indonesia. Dia berharap platform yang dibangunnya ini mampu menjawab persoalan tersebut.
“Platform ini dibangun atas dasar kegelisahan terhadap berjaraknya dunia pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia," ujarnya.
Lihat Juga :