Magang Kampus Merdeka, 4 Mahasiswa ITI Lakukan Improvement di Industri Alat Berat
Rabu, 22 Desember 2021 - 22:23 WIB
Empat mahasiswa itu adalah Asep Firmansyah, Reza Nurrohman, Indra Wira Widyadhana dan Ismail Nur Fahmi. Para mahasiswa melakukan kerja magang selama 1 semester, terhitung dari April sampai dengan Oktober 2021.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Ir. Pratjojo Dewo MSc, menyampaikan bahwa program magang di PT Komatsu Indonesia terdiri dari dua tahap.
"Tahap pertama, selama dua bulan mahasiswa diperkenalkan pada budaya kerja industri manufaktur alat berat (Pembelajaran Monozukuri) melalui class activity dan kunjungan lapangan (plant tour) di PT. Komatsu Indonesia," katanya.
Kemudian dilanjutkan dengan penempatan selama empat bulan di beberapa pemasok PT. Komatsu Indonesia yang berlokasi di daerah Tegal (PT. Milako Teknik Mandiri, PT. Japra Mandiri, PT. Prima Karya dan PT. Intan Pratama Jaya).
"Para mahasiswa ditempatkan untuk melakukan improvement di bidang Safety, Quality, Delivery and Cost (SLQDC)," ujarnya.
Selama magang, para peserta menemukan beberapa defect pada proses manufaktur yang menurunkan SLQDC. Mereka juga berhasil memperoleh solusinya sehingga terjadi improvement SLQDC.
Asep Firmansyah berhasil menurunkan defect pada proses painting dan welding sampai dengan level 0 di PT Japra Mandiri.
Sedangkan Reza Nurrohman berhasil mengidentifikasi alat bantu yang diperlukan untuk proses manufaktur di PT. Milako Teknik Mandiri.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Ir. Pratjojo Dewo MSc, menyampaikan bahwa program magang di PT Komatsu Indonesia terdiri dari dua tahap.
"Tahap pertama, selama dua bulan mahasiswa diperkenalkan pada budaya kerja industri manufaktur alat berat (Pembelajaran Monozukuri) melalui class activity dan kunjungan lapangan (plant tour) di PT. Komatsu Indonesia," katanya.
Kemudian dilanjutkan dengan penempatan selama empat bulan di beberapa pemasok PT. Komatsu Indonesia yang berlokasi di daerah Tegal (PT. Milako Teknik Mandiri, PT. Japra Mandiri, PT. Prima Karya dan PT. Intan Pratama Jaya).
"Para mahasiswa ditempatkan untuk melakukan improvement di bidang Safety, Quality, Delivery and Cost (SLQDC)," ujarnya.
Selama magang, para peserta menemukan beberapa defect pada proses manufaktur yang menurunkan SLQDC. Mereka juga berhasil memperoleh solusinya sehingga terjadi improvement SLQDC.
Asep Firmansyah berhasil menurunkan defect pada proses painting dan welding sampai dengan level 0 di PT Japra Mandiri.
Sedangkan Reza Nurrohman berhasil mengidentifikasi alat bantu yang diperlukan untuk proses manufaktur di PT. Milako Teknik Mandiri.
Lihat Juga :