Survei PPIM UIN Jakarta: Kepatuhan Siswa di Sekolah Terkait Prokes Masih Rendah
Kamis, 06 Januari 2022 - 01:20 WIB
Baca juga: Siap-siap, 8 Beasiswa Fully Funded yang Buka di Awal 2022
Perilaku hidup sehat juga tidak cukup dilaksanakan oleh para siswa. Survei mencatat 70% sampel siswa mengabaikan olahraga minimal 30 menit per hari, 50,50% siswa menunjukan pola tidur tidak teratur, dan 43,40% berpola makan tidak seimbang.
Terkait vaksinasi, di sepanjang periode survei dilakukan, tim peneliti menemukan jumlah sampel yang sudah divaksin baru 47,42%. Sedang prosentase siswa belum divaksin mencapai 52,88%.
Lebih lanjut, survei juga mencatat faktor keagamaan turut mempengaruhi kepatuhan siswa dalam menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi. Survei menemukan 12,88% siswa nasional beranggapan bahwa vaksinasi bertentangan dengan agama.
Jika dilihat dari latar belakang institusi tempat lembaga pendidikan mereka belajar, 21,95% siswa sekolah-sekolah Kemenag melihat vaksinasi bertentangan dengan agama. Sedang, siswa-siswi di sekolah-sekolah Kemendikbud mencatatkan prosentase 14.80% siswa yang berpandangan bahwa vaksinasi bertentangan dengan agama.
“Ini perlu jadi perhatian kita juga bahwa ternyata ada 12,88% siswa secara nasional berpandangan bahwa vaksinasi bertentangan dengan agama. Ini perlu satu pendekatan jika kita promosikan vaksinasi,” tambahnya.
Selain itu, sebanyak 39% siswa percaya bahwa Pandemi COVID-19 adalah hukuman dari Tuhan. Lalu, sekitar 48% responden memiliki sikap fatalis atau percaya bahwa upaya manusia tidak banyak berarti karena segala sesuatu termasuk kesehatan sudah ditentukan oleh Tuhan.
Perilaku hidup sehat juga tidak cukup dilaksanakan oleh para siswa. Survei mencatat 70% sampel siswa mengabaikan olahraga minimal 30 menit per hari, 50,50% siswa menunjukan pola tidur tidak teratur, dan 43,40% berpola makan tidak seimbang.
Terkait vaksinasi, di sepanjang periode survei dilakukan, tim peneliti menemukan jumlah sampel yang sudah divaksin baru 47,42%. Sedang prosentase siswa belum divaksin mencapai 52,88%.
Lebih lanjut, survei juga mencatat faktor keagamaan turut mempengaruhi kepatuhan siswa dalam menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi. Survei menemukan 12,88% siswa nasional beranggapan bahwa vaksinasi bertentangan dengan agama.
Jika dilihat dari latar belakang institusi tempat lembaga pendidikan mereka belajar, 21,95% siswa sekolah-sekolah Kemenag melihat vaksinasi bertentangan dengan agama. Sedang, siswa-siswi di sekolah-sekolah Kemendikbud mencatatkan prosentase 14.80% siswa yang berpandangan bahwa vaksinasi bertentangan dengan agama.
“Ini perlu jadi perhatian kita juga bahwa ternyata ada 12,88% siswa secara nasional berpandangan bahwa vaksinasi bertentangan dengan agama. Ini perlu satu pendekatan jika kita promosikan vaksinasi,” tambahnya.
Selain itu, sebanyak 39% siswa percaya bahwa Pandemi COVID-19 adalah hukuman dari Tuhan. Lalu, sekitar 48% responden memiliki sikap fatalis atau percaya bahwa upaya manusia tidak banyak berarti karena segala sesuatu termasuk kesehatan sudah ditentukan oleh Tuhan.
Lihat Juga :