Inovasi, Mahasiswa UP Gabungkan Energi Gelombang Air Laut dan Tenaga Angin
Rabu, 09 Februari 2022 - 21:28 WIB
Tiga mahasiswa UP program studi Teknik Sipil merancang inovasi keren, menggabungkan energi gelombang air laut dan tenaga angin. Foto/Dok/UP
JAKARTA - Tiga mahasiswa Universitas Pertamina (UP) program studi Teknik Sipil merancang inovasi keren, menggabungkan energi gelombang air laut dan tenaga angin. Ketiga mahasiswa angkatan 2018 yaitu Givson Gabriel, Affifah Mawarni, dan Rizki Saad.
Inovasi duet energi baru terbarukan ini mereka namakan Nawasena Taruna Energy as a Company to Optimize the Renewable Energy Resources by the Double Energy One Structure (DE-OS) Innovation. Inovasi mereka berfokus kepada efisiensi pembangunan turbin yang terintegrasi.
Baca juga: Selamat, UB Kampus Terbaik Pertama Kategori Impact Ranking Webometrics 2022
“Selama ini pembangunan turbin arus laut dan turbin untuk tenaga angin offshore dilakukan terpisah. Kami mengembangkan inovasi double energy one melalui struktur pembangunan kedua turbin yang terintegrasi menjadi satu,” ungkap Givson Gabriel mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pertamina dalam keterangan pers, Rabu (9/2/2021).
Dalam merancang inovasi ini, ketiga mahasiswa tersebut dibantu oleh empat dosen lintas program studi yaitu Gilang Muhammad Gemilang, Ph.D dosen Teknik Sipil yang membantu dalam aspek konstruksi, Teuku Muhammad Rasyif, Ph.D yang membantu dari segi implikasi yang terjadi dari inovasi ini, serta dua dosen dari program studi manajemen yaitu Evi Sofia, S.E., MBA dan Fadli Hanafi, S.E., M.M yang membantu dalam aspek finance.
Pengembangan inovasi ini dilakukan dengan studi menggunakan wilayah Laut Bali yang merupakan salah satu wilayah dengan potensi energi angin dan arus laut yang tinggi di Indonesia. Data yang dikumpulkan pada rentang waktu 2015-2017 dengan pengolahan data hindcasting didapatkan kecepatan angin rata-rata 5,077 meter/detik dan kecepatan arus laut (kedalaman 3 meter di bawah muka air laut rata-rata) adalah 0,273 meter/detik.
Inovasi duet energi baru terbarukan ini mereka namakan Nawasena Taruna Energy as a Company to Optimize the Renewable Energy Resources by the Double Energy One Structure (DE-OS) Innovation. Inovasi mereka berfokus kepada efisiensi pembangunan turbin yang terintegrasi.
Baca juga: Selamat, UB Kampus Terbaik Pertama Kategori Impact Ranking Webometrics 2022
“Selama ini pembangunan turbin arus laut dan turbin untuk tenaga angin offshore dilakukan terpisah. Kami mengembangkan inovasi double energy one melalui struktur pembangunan kedua turbin yang terintegrasi menjadi satu,” ungkap Givson Gabriel mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pertamina dalam keterangan pers, Rabu (9/2/2021).
Dalam merancang inovasi ini, ketiga mahasiswa tersebut dibantu oleh empat dosen lintas program studi yaitu Gilang Muhammad Gemilang, Ph.D dosen Teknik Sipil yang membantu dalam aspek konstruksi, Teuku Muhammad Rasyif, Ph.D yang membantu dari segi implikasi yang terjadi dari inovasi ini, serta dua dosen dari program studi manajemen yaitu Evi Sofia, S.E., MBA dan Fadli Hanafi, S.E., M.M yang membantu dalam aspek finance.
Pengembangan inovasi ini dilakukan dengan studi menggunakan wilayah Laut Bali yang merupakan salah satu wilayah dengan potensi energi angin dan arus laut yang tinggi di Indonesia. Data yang dikumpulkan pada rentang waktu 2015-2017 dengan pengolahan data hindcasting didapatkan kecepatan angin rata-rata 5,077 meter/detik dan kecepatan arus laut (kedalaman 3 meter di bawah muka air laut rata-rata) adalah 0,273 meter/detik.
Lihat Juga :