Pembelajaran Jarak Jauh Harus Didukung dengan Ketersediaan Sinyal

Sabtu, 13 Juni 2020 - 17:01 WIB
"Di tengah pandemi, sinyal bukan lagi alat bantu. Tapi merupakan alat kebutuhan yang sangat penting. Makanya ini suatu problematika besar dalam penanganan pendidikan di tengah pandemi," kata Andreas dalam diskusi daring, Sabtu (13/6/2020).

Ia menyadari, masih banyak daerah yang belum mendapat akses sinyal. Hal itu membuat sulit untuk menjangkau internet. (Baca juga: Gelar Pilkada di Tengah Pandemi, 218 Daerah Perlu Perhatian Ekstra)

"Masih ada di daerah-daerah, handphone Android itu hanya dalam mimpi. Ini perbedaan yang jelas masih terjadi di Indonesia. Kalau Merdeka Sinyal ini tidak dilakukan secepat mungkin, ini ada gap (kesenjangan) pendidikan yang tinggi antara di kota maupun di desa yang terpencil," terangnya.

Andreas menambahkan, keterbatasan itu sudah dilakukan DPR dengan mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyediakan menara atau tower untuk membuka sinyal terhadap internet. Langkah itu sejalan dengan program Merdeka Sinyal atau bebas blank spot pada 2024.

Menurut dia, situasi pandemi ini semakin menyadari bahwa teknologi sangat dibutuhkan untuk mendorong pendidikan di Indonesia. Karena itu, ketersediaan sinyal ini menjadi salah satu fasilitas yang sangat penting untuk menunjang pelaksanaan pendidikan, terutama belajar jarak jauh secara daring.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!