Mahasiswa ITS Gagas Sistem Daur Ulang Air Limbah Ekstraksi Minyak

Kamis, 24 Februari 2022 - 19:20 WIB
Tyara menerangkan, air tersebut akan diinjeksikan ke dalam sumur batuan lalu akan naik kembali dengan sendirinya ke permukaan bersama dengan minyak bumi. Setelah dilakukan pemisahan air dan minyak, limbah air yang bercampur dengan kotoran dan air tanah ini akan dibuang.

Namun hanya dengan treatment seperlunya tanpa ada perlakuan khusus. “Selain pemborosan air, limbah dapat membahayakan bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Baca: UGM Kembangkan Pewarna Alami Tekstil dari Kayu Merbau Papua

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tyara bersama dua anggota timnya yang juga berasal dari Departemen Teknik Kimia ITS yakni Evania Christiana Febiani dan Latif Setyabudi menginovasikan sistem daur ulang limbah airnya.

Sistem usulan tim ITS ini mengombinasikan tiga metode sekaligus, yaitu electrocoagulation, nanofiltration, dan pervaporation. “Melalui metode ini, air dapat digunakan hingga tiga kali pemakaian dalam proses ekstraksi minyak,” ungkap Tyara.

Lebih dalam, Tyara menjelaskan, limbah air akan melalui proses electro coagulation terlebih dahulu untuk mengendapkan padatan kimia, ion logam berat, serta senyawa organik lainnya yang tekandung dalam limbah air.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!