Calon Mahasiswa, Seperti Ini Perbedaan Statistika dan Sains Aktuaria
Jum'at, 22 April 2022 - 14:28 WIB
Terkait dengan kurikulum, Kepala Departemen Statistika ITS, Dr Dra Kartika Fithriasari menjelaskan di dalam Departemen Statistika terdapat lima bidang, yaitu komputasi, bisnis dan industri, ekonomi dan finansial, sosial dan kependudukan, serta lingkungan dan kesehatan. Sedangkan Departemen Sains Aktuaria memiliki tiga bidang peminatan. Bidang peminatan tersebut yakni aktuaria bencana, aktuaria kelautan, dan aktuaria syariah.
Jupri melanjutkan, secara keprofesian pun keduanya berbeda meskipun terdapat interseksi. Untuk peluang kerja, Jupri merasa belajar menjadi seorang aktuaris bukanlah sesuatu yang riskan mengingat kebutuhan aktuaris di Indonesia sangat besar dan jumlahnya masih minim. “Begitu pula statistika, prospeknya juga cukup luas bisa menempatkan diri di segala bidang baik pemerintahan, pendidikan, penelitian, dan lainnya,” ungkap alumnus Matematika ITS ini.
Baca juga: Update 5 Teratas Sekolah Kedinasan dengan Pelamar Terbanyak, Adakah Pilihanmu?
Mengingat bahwa Departemen Sains Aktuaria masih tergolong sebagai jurusan baru, departemen ini belum termasuk kategori sangat baik atau unggul. Berbeda dengan Departemen Statistika yang sudah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan telah diakui secara internasional dengan diraihnya akreditasi internasional dari lembaga ASIIN Jerman serta sertifikasi internasional Asean University Network – Quality Assurance (AUN-QA).
Jupri juga menyampaikan, kesempatan sangat terbuka lebar untuk calon mahasiswa baru yang tertarik untuk mengambil bidang studi statistika ataupun aktuaria ITS. Menurutnya, Statistika sangat cocok untuk siapapun yang senang dengan matematika, statistika, dan komputer. Sedangkan aktuaria cocok untuk siapapun yang senang dengan matematika, statistika, dan ekonomi. “Selain itu, tergantung konsistensi belajar dari masing-masing individunya juga,” pungkasnya.
Jupri melanjutkan, secara keprofesian pun keduanya berbeda meskipun terdapat interseksi. Untuk peluang kerja, Jupri merasa belajar menjadi seorang aktuaris bukanlah sesuatu yang riskan mengingat kebutuhan aktuaris di Indonesia sangat besar dan jumlahnya masih minim. “Begitu pula statistika, prospeknya juga cukup luas bisa menempatkan diri di segala bidang baik pemerintahan, pendidikan, penelitian, dan lainnya,” ungkap alumnus Matematika ITS ini.
Baca juga: Update 5 Teratas Sekolah Kedinasan dengan Pelamar Terbanyak, Adakah Pilihanmu?
Mengingat bahwa Departemen Sains Aktuaria masih tergolong sebagai jurusan baru, departemen ini belum termasuk kategori sangat baik atau unggul. Berbeda dengan Departemen Statistika yang sudah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan telah diakui secara internasional dengan diraihnya akreditasi internasional dari lembaga ASIIN Jerman serta sertifikasi internasional Asean University Network – Quality Assurance (AUN-QA).
Jupri juga menyampaikan, kesempatan sangat terbuka lebar untuk calon mahasiswa baru yang tertarik untuk mengambil bidang studi statistika ataupun aktuaria ITS. Menurutnya, Statistika sangat cocok untuk siapapun yang senang dengan matematika, statistika, dan komputer. Sedangkan aktuaria cocok untuk siapapun yang senang dengan matematika, statistika, dan ekonomi. “Selain itu, tergantung konsistensi belajar dari masing-masing individunya juga,” pungkasnya.
(nz)
Lihat Juga :