Dokter Anak Tegaskan Indonesia Belum Siap Buka Kegiatan Sekolah
Kamis, 25 Juni 2020 - 16:21 WIB
Lalu untuk pesantren dan boarding school, Aman menjelaskan ada 19 juta anak yang akan masuk pesantren dan asrama. Hal ini sudah dirapatkan IDAI bersama dengan MUI, KPAI, dan lembaga terkait lainnya. Kalau pembukaan aktivitas di pesantren dan asrama ini tidak hati-hati, maka akan ada cluster-cluster baru karena banyak sekolah maupun pesantren di Indonesia yang anatomi atau tata letak bangunannya tidak sesuai dengan protokol Covid-19.
“Letak kamar mandi, kelas, ruang guru. Kalau 2021 mau dibuka harus dilihat mana sekolah dan pesantren yang anatominya sesuai dengan protokol Covid,” ujarnya.
Karena itu, dia menegaskan bahwa ada 3 hal yang perlu diperhatikan sebelum sekolah dibuka yakni pertama, epidemiologi. Apakah wabah sudah terkendali. Dan ketika kasus anak masih meningkat bahkan angka yang meninggal masih meningkat, tentu Covid-19 belum terkendali.
Kedua, sistem kesehatan yang mana pihaknya masih menemukan kasus telatnya penanganan terhadap kasus anak. Ketiga, pemantauan kesmas. “Tracing dan surveillance ini baik di 5-6 provinsi, tapi tidak di semua provinsi,” tandasnya.
“Letak kamar mandi, kelas, ruang guru. Kalau 2021 mau dibuka harus dilihat mana sekolah dan pesantren yang anatominya sesuai dengan protokol Covid,” ujarnya.
Karena itu, dia menegaskan bahwa ada 3 hal yang perlu diperhatikan sebelum sekolah dibuka yakni pertama, epidemiologi. Apakah wabah sudah terkendali. Dan ketika kasus anak masih meningkat bahkan angka yang meninggal masih meningkat, tentu Covid-19 belum terkendali.
Kedua, sistem kesehatan yang mana pihaknya masih menemukan kasus telatnya penanganan terhadap kasus anak. Ketiga, pemantauan kesmas. “Tracing dan surveillance ini baik di 5-6 provinsi, tapi tidak di semua provinsi,” tandasnya.
(nbs)
Lihat Juga :