Implementasi Kurikulum Merdeka Dinilai akan Tingkatkan Skor PISA Indonesia
Kamis, 28 Juli 2022 - 14:52 WIB
Kunjungan Kemendikbudristek ke Dinas Pendidikan Surakarta dan beberapa sekolah di Surakarta. Foto/Kemendikbudristek.
JAKARTA - Kemendikbudristek terus berupaya menyinergikan penerapan implementasi Kurikulum Merdeka dengan menggandeng pemerintah daerah. Implementasi Kurikulum Merdeka dinilai berpotensi meningkatkan skor PISA di Tanah Air.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbudristek Wardani Sugiyanto mengatakan, kolaborasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka ini selain untuk pemulihan pembelajaran juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam kunjungan kerja ke Surakarta, Jawa Tengah, Wardani menyampaikan salah satu urgensi pelaksanaan Kurikulum Merdeka adalah peningkatan capaian pembelajaran siswa dalam aspek-aspek yang paling esensial, di antaranya numerasi dan literasi.
Baca: Literasi Digital di Sekolah, Ratusan Guru Ikuti Webinar Makin Cakap Digital 2022
Kedua aspek ini tercermin dalam skor Programme for International Student Assessment (PISA), yaitu asesmen yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) kepada anak-anak usia 15 tahun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, guna mengetahui kemampuan mereka di bidang membaca, matematika, dan sains.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbudristek Wardani Sugiyanto mengatakan, kolaborasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka ini selain untuk pemulihan pembelajaran juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam kunjungan kerja ke Surakarta, Jawa Tengah, Wardani menyampaikan salah satu urgensi pelaksanaan Kurikulum Merdeka adalah peningkatan capaian pembelajaran siswa dalam aspek-aspek yang paling esensial, di antaranya numerasi dan literasi.
Baca: Literasi Digital di Sekolah, Ratusan Guru Ikuti Webinar Makin Cakap Digital 2022
Kedua aspek ini tercermin dalam skor Programme for International Student Assessment (PISA), yaitu asesmen yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) kepada anak-anak usia 15 tahun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, guna mengetahui kemampuan mereka di bidang membaca, matematika, dan sains.
Lihat Juga :