Mahasiswa FKG UI Raih 3 Gelar Juara pada Ajang The 1st Indonesian Prosthodontics Society Meeting
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 08:46 WIB
“Untuk persiapan, saya berdiskusi dengan pembimbing cukup intens untuk finalisasi paper saya berikut file presentasinya. Setelah itu, saya berlatih presentasi secara mandiri, agar bahasa Inggris saya bisa lancar dan waktu presentasinya cukup. Terakhir, saya berdoa untuk menenangkan diri sehingga saya tidak grogi saat presentasi,” kata drg. Fernandy.
Baca juga: 28 Kampus Terbaik di Indonesia Menurut THE Impact Rankings 2022
Selain dia, drg. Ratih Kemala Putri meraih Juara 4 pada kategori Poster Presentation Case Report dengan judul “Altering Occlusal Vertical Dimension in Partially Edentulous Patient with Hybrid Restoration – A Case Report”.
Karyanya menampilkan tentang pembuatan gigi tiruan hybrid dengan pembuatan sebagian kerangka logam dan gigi tiruan cekat kebutuhan pengembalian dimensi vertikal oklusal untuk mengembalikan fungsi mastikasi dan estetik pasien.
Kemenangan drg. Ratih tidak terlepas dari tuntunan dosen pembimbingnya, yaitu Dr. drg. Ratna Sari Dewi, Sp. Pros(K).
“Yang saya bawakan adalah case report, jadi kasus ini sudah selesai sebelumnya. Saya mengumpulkan semua dokumentasi proses pembuatan gigi tiruan tersebut berupa foto yang kemudian disusun dalam sebuah paper. Kemudian, saya diskusi dengan pembimbing saya yaitu drg. Ratna Sari Dewi hingga finalisasi paper-nya. Setelah paper selesai, saya susun menjadi sebuah poster sesuai dengan peraturan yang diberikan oleh pihak panitia,” ujar drg. Ratih.
Baca juga: 28 Kampus Terbaik di Indonesia Menurut THE Impact Rankings 2022
Selain dia, drg. Ratih Kemala Putri meraih Juara 4 pada kategori Poster Presentation Case Report dengan judul “Altering Occlusal Vertical Dimension in Partially Edentulous Patient with Hybrid Restoration – A Case Report”.
Karyanya menampilkan tentang pembuatan gigi tiruan hybrid dengan pembuatan sebagian kerangka logam dan gigi tiruan cekat kebutuhan pengembalian dimensi vertikal oklusal untuk mengembalikan fungsi mastikasi dan estetik pasien.
Kemenangan drg. Ratih tidak terlepas dari tuntunan dosen pembimbingnya, yaitu Dr. drg. Ratna Sari Dewi, Sp. Pros(K).
“Yang saya bawakan adalah case report, jadi kasus ini sudah selesai sebelumnya. Saya mengumpulkan semua dokumentasi proses pembuatan gigi tiruan tersebut berupa foto yang kemudian disusun dalam sebuah paper. Kemudian, saya diskusi dengan pembimbing saya yaitu drg. Ratna Sari Dewi hingga finalisasi paper-nya. Setelah paper selesai, saya susun menjadi sebuah poster sesuai dengan peraturan yang diberikan oleh pihak panitia,” ujar drg. Ratih.
Lihat Juga :