Siswa SMP Islam Amalina Unjuk Karya di Pameran DIY
Jum'at, 04 November 2022 - 22:44 WIB
Sebelum menjual produknya, siswa mendapatkan bimbingan bagaimana cara menghitung bahan baku dan proses produksi untuk menentukan harga. “DIY Project seperti ini biasanya didapatkan saat kuliah. Tapi kita mulai sejak dini di SMP Amalina,” kata Fendra.
Beberapa karya yang dipamerkan cukup menarik perhatian pengunjung. Seperti penyejuk udara tanpa AC, mesin capit hidrolik dari kardus, sabun pembersih dari minyak jelantah, electric plant shower, tanaman hias dari plastik, alarm deteksi banjir, eco printing, dan masih banyak lagi.
“Alhamdulillah produk penyejuk ruangan ini sudah laku dua ratus ribu rupiah,” kata Daffa Arya Satya, siswa kelas 8 sembari tersenyum.
Sedangkan Danial Kenzie, siswa kelas 8 yang membuat produk sabun pembersih dari minyak jelantah mengaku senang karena produknya langsung habis. “Begitu saya jelaskan proses pembuatan dan manfaatnya, langsung dibeli. Harganya juga murah cuma Rp10.000 per batang,” aku Kenzie.
Sedangkan Naila Nurul Hanifa, siswi kelas 9 yang membuat produk dunia virtual berupa game miniatur Gedung SMP Amalina di Roblox juga menarik perhatian pengunjung. Dengan hanya membayar Rp2.000 pengunjung bisa mencoba berselancar keliling gedung SMP Amalina yang dibuat secara virtual dan mirip dengan suasana aslinya. “Untuk membuat map gedung SMP Amalina ini diperlukan waktu sekitar 5 hari,” kata Naila yang memang suka bermain Roblox ini.
Dari ratusan produk DIY yang dipamerkan, mayoritas sudah sold out alias terjual. Ini membuat siswa semakin semangat untuk membuat karya yang lebih baik lagi tahun depan. Di samping keseruan penjurian dan proses pembuatan produk yang memerlukan tantangan. Para orang tua yang hadir mengaku kaget dan bangga dengan karya anak anak SMP Amalina.
Beberapa karya yang dipamerkan cukup menarik perhatian pengunjung. Seperti penyejuk udara tanpa AC, mesin capit hidrolik dari kardus, sabun pembersih dari minyak jelantah, electric plant shower, tanaman hias dari plastik, alarm deteksi banjir, eco printing, dan masih banyak lagi.
“Alhamdulillah produk penyejuk ruangan ini sudah laku dua ratus ribu rupiah,” kata Daffa Arya Satya, siswa kelas 8 sembari tersenyum.
Sedangkan Danial Kenzie, siswa kelas 8 yang membuat produk sabun pembersih dari minyak jelantah mengaku senang karena produknya langsung habis. “Begitu saya jelaskan proses pembuatan dan manfaatnya, langsung dibeli. Harganya juga murah cuma Rp10.000 per batang,” aku Kenzie.
Sedangkan Naila Nurul Hanifa, siswi kelas 9 yang membuat produk dunia virtual berupa game miniatur Gedung SMP Amalina di Roblox juga menarik perhatian pengunjung. Dengan hanya membayar Rp2.000 pengunjung bisa mencoba berselancar keliling gedung SMP Amalina yang dibuat secara virtual dan mirip dengan suasana aslinya. “Untuk membuat map gedung SMP Amalina ini diperlukan waktu sekitar 5 hari,” kata Naila yang memang suka bermain Roblox ini.
Dari ratusan produk DIY yang dipamerkan, mayoritas sudah sold out alias terjual. Ini membuat siswa semakin semangat untuk membuat karya yang lebih baik lagi tahun depan. Di samping keseruan penjurian dan proses pembuatan produk yang memerlukan tantangan. Para orang tua yang hadir mengaku kaget dan bangga dengan karya anak anak SMP Amalina.
Lihat Juga :