12 Dosen dan Peneliti UI Masuk World’s Top 2% Scientist 2022, Ini Pesan Peneliti UI di Hari Pahlawan
Kamis, 10 November 2022 - 13:52 WIB
Ilmuwan yang masuk dalam penilaian ini diklasifikasikan menjadi 22 bidang keilmuan dan 176 sub bidang. Pemilihan didasarkan pada 100.000 ilmuwan teratas berdasarkan c-score (dengan dan tanpa kutipan sendiri) atau peringkat persentil 2% atau lebih di sub-bidang tertentu. Sebanyak 195.605 ilmuwan termasuk dalam career-long database dan 200.409 ilmuwan termasuk dalam single recent year dataset.
Daftar peneliti terbaik dunia ini resmi dirilis pada 10 Oktober 2022 lalu. Sebagai publikasi tahunan, World’s Top 2% Scientists 2022 merupakan versi yang keempat. Sebelumnya, Elsevier sudah menerbitkan versi pertama pada Juli 2019, versi kedua pada Oktober 2020, dan versi ketiga pada Oktober 2021.
Penilaian Top 2% Scientist in the World dilakukan oleh Professor John P.A. Ioannidis, M.D., Ph.D. dari Stanford University; Jeroen Baas dari Elsevier; dan Kevin Boyack dari SciTech Strategies yang dipublikasikan melalui “Updated Science-wide Author Databases of Standardized Citation Indicators” versi keempat.
Nandy Setiadi Djaya Putra, salah seorang dosen FTUI mengatakan, tahun ini jumlah peneliti UI yang masuk ke dalam list top 2% world scientist bertambah lima orang menjadi 12 orang. Hal ini memperlihatkan kualitas hasil penelitian dosen UI semakin baik. “Saat ini sebagian besar dosen UI melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal bereputasi bukan di sembarang tempat, sehingga hasilnya banyak dibaca dan menjadi rujukan bagi peneliti lain atau disitasi,” katanya.
Meningkatnya sitasi para peneliti UI ini menjadi salah satu parameter kenapa jumlah peneliti UI yang masuk ke dalam list top 2% world scientists semakin banyak. Untuk dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah bereputasi, suatu artikel ilmiah itu harus memiliki keterbaruan dan ditulis serta disajikan dengan baik. Riset yang baik dan bermutu tidak melulu dilakukan dengan alat-alat canggih namun dapat pula dilakukan dengan peralatan sederhana tapi harus dilakukan dengan metoda riset yang baik dan terpecaya. “Sederet nama peneliti Indonesia sudah masuk ke dalam list top 2% world scientist, namun demikian akan lebih baik lagi apabila hasil penelitian yang sudah dihasilkan oleh para peneliti Indonesia ini dapat dihilirisasi dan digunakan oleh masyarakat yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Daftar peneliti terbaik dunia ini resmi dirilis pada 10 Oktober 2022 lalu. Sebagai publikasi tahunan, World’s Top 2% Scientists 2022 merupakan versi yang keempat. Sebelumnya, Elsevier sudah menerbitkan versi pertama pada Juli 2019, versi kedua pada Oktober 2020, dan versi ketiga pada Oktober 2021.
Penilaian Top 2% Scientist in the World dilakukan oleh Professor John P.A. Ioannidis, M.D., Ph.D. dari Stanford University; Jeroen Baas dari Elsevier; dan Kevin Boyack dari SciTech Strategies yang dipublikasikan melalui “Updated Science-wide Author Databases of Standardized Citation Indicators” versi keempat.
Nandy Setiadi Djaya Putra, salah seorang dosen FTUI mengatakan, tahun ini jumlah peneliti UI yang masuk ke dalam list top 2% world scientist bertambah lima orang menjadi 12 orang. Hal ini memperlihatkan kualitas hasil penelitian dosen UI semakin baik. “Saat ini sebagian besar dosen UI melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal bereputasi bukan di sembarang tempat, sehingga hasilnya banyak dibaca dan menjadi rujukan bagi peneliti lain atau disitasi,” katanya.
Meningkatnya sitasi para peneliti UI ini menjadi salah satu parameter kenapa jumlah peneliti UI yang masuk ke dalam list top 2% world scientists semakin banyak. Untuk dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah bereputasi, suatu artikel ilmiah itu harus memiliki keterbaruan dan ditulis serta disajikan dengan baik. Riset yang baik dan bermutu tidak melulu dilakukan dengan alat-alat canggih namun dapat pula dilakukan dengan peralatan sederhana tapi harus dilakukan dengan metoda riset yang baik dan terpecaya. “Sederet nama peneliti Indonesia sudah masuk ke dalam list top 2% world scientist, namun demikian akan lebih baik lagi apabila hasil penelitian yang sudah dihasilkan oleh para peneliti Indonesia ini dapat dihilirisasi dan digunakan oleh masyarakat yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Lihat Juga :