SMAN 1 Kawali Jadi Percontohan Sekolah Toleransi dan Antihoaks di Jabar

Jum'at, 11 November 2022 - 07:23 WIB
Beben menjelaskan, sekolah toleransi dan antihoaks bertujuan untuk melahirkan generasi emas yang unggul. Oleh karenanya, seluruh siswa siswi SMAN 1 Kawali diajarkan bertoleransi sesuai Pancasila dan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Selain itu, setiap guru di SMAN 1 Kawali juga wajib mendidik siswa siswinya untuk mencermati dan menolak segala bentuk kabar bohong atau hoaks yang dampaknya dapat menimbulkan rasa kebencian hingga permusuhan berlatar belakang suku, agama, ras, antargolongan (SARA).

"Tidak hanya itu, guru-guru juga membimbing siswa siswinya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan pembelajaran," ujarnya.

Bahkan, lanjut Beben, siswa siswi SMAN 1 Kawali juga dididik untuk meningkatkan sikap tanggap terhadap kondisi lingkungan sosial masyarakat, termasuk sikap dan pola hidup sehat seperti menghindari minuman keras, narkoba, hingga pergaulan bebas.

Terakhir, kata Beben, pihaknya pun mendorong seluruh siswa siswinya untuk menyebarkan sikap toleransi di tengah masyarakat, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

"Intisarinya, sekolah toleransi adalah sekolah yang memiliki toleransi terhadap berbagai perbedaan, baik perbedaan suku, etnis, ras, perbedaan agama hingga perbedaan-perbedaan lainnya agar tercipta rasa aman, nyaman, dan damai," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (Cadisdik) Wilayah XIII Jabar, Hendra mengatakan, seluruh siswa siswi SMAN 1 Kawali diharapkan mampu menerapkan sekaligus menebarkan sikap toleransi di tengah masyarakat.

"Saya harap toleransi ini bukan hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di masyarakat. Bahkan, siswa siswi ini harus bisa mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!