1.502 Mahasiswa UNS Diwisuda, Ini Daftar Lulusan Termuda dan Tercepat
Minggu, 18 Desember 2022 - 07:00 WIB
Baca juga: Calon Maba, Ini Hal Yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Lokasi Kampus
Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho menyampaikan selamat dan apresiasi atas kelulusan para wisudawan. Menurutnya, dalam menghadapi dunia komunitas virtual yang semakin maju, ketersediaan SDM yang cakap sangat diperlukan, terutama untuk menguasai jenis-jenis pekerjaan yang dibutuhkan di masa depan.
“Disrupsi tidak hanya menciptakan dan melahirkan perubahan-perubahan yang terjadi pada hari ini, melainkan mencerminkan fenomena perubahan di masa depan. Oleh karena itu, sebagai insan cendekia, sudah sepantasnya jika Saudara dituntut untuk terus tumbuh, bergerak dan berubah,” tuturnya, dikutip dari laman UNS, Minggu (18/12/2022).
Berbagai disiplin ilmu saat ini juga sedang berlomba-lomba untuk melakukan perubahan dan inovasi agar tetap eksis dan sesuai dengan kebutuhan yang berkelanjutan. Rektor UNS menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar strategis kekuatan sebuah negara. Pendidikan adalah salah satu sarana atau alat untuk mengasah ilmu, mental, moral dan pengetahuan.
“Bukti-bukti sejarah dan peradaban telah menunjukkan begitu pentingnya peran pendidikan. Peran guru dan dosen pun saat ini telah berubah secara drastis, menjadi mentor, motivator, dan model. Kampus tidak bisa lagi memonopoli proses pembelajaran karena belajar tidak harus berada di kelas, tapi bisa dilaksanakan anytime, anywhere, any platform,” imbuhnya.
Mantan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini berpesan agar para wisudawan harus berani keluar dari kebiasaan masa lalu. Jangan sekali-kali tampil menjadi sosok yang sulit beradaptasi, katanya, karena masa depan bangsa menginginkan agar generasi yang akan datang mampu menciptakan relevansi dan hidup dengan cara-cara baru.
“Jangan lupa bahwa berbagai fenomena perubahan yang terjadi saat ini sejatinya merupakan pekerjaan talenta-talenta muda milenial. Oleh karena itu, sangat tepat kiranya jika Saudara berinisiatif untuk terus menyempurnakan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki sebagai bekal terbaik dalam mengarungi perjalanan hidup. Ingatlah bahwa pendidikan tidak boleh hanya mengajarkan pekerjaan, melainkan harus mengajarkan pula kehidupan,” tutupnya.
Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho menyampaikan selamat dan apresiasi atas kelulusan para wisudawan. Menurutnya, dalam menghadapi dunia komunitas virtual yang semakin maju, ketersediaan SDM yang cakap sangat diperlukan, terutama untuk menguasai jenis-jenis pekerjaan yang dibutuhkan di masa depan.
“Disrupsi tidak hanya menciptakan dan melahirkan perubahan-perubahan yang terjadi pada hari ini, melainkan mencerminkan fenomena perubahan di masa depan. Oleh karena itu, sebagai insan cendekia, sudah sepantasnya jika Saudara dituntut untuk terus tumbuh, bergerak dan berubah,” tuturnya, dikutip dari laman UNS, Minggu (18/12/2022).
Berbagai disiplin ilmu saat ini juga sedang berlomba-lomba untuk melakukan perubahan dan inovasi agar tetap eksis dan sesuai dengan kebutuhan yang berkelanjutan. Rektor UNS menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar strategis kekuatan sebuah negara. Pendidikan adalah salah satu sarana atau alat untuk mengasah ilmu, mental, moral dan pengetahuan.
“Bukti-bukti sejarah dan peradaban telah menunjukkan begitu pentingnya peran pendidikan. Peran guru dan dosen pun saat ini telah berubah secara drastis, menjadi mentor, motivator, dan model. Kampus tidak bisa lagi memonopoli proses pembelajaran karena belajar tidak harus berada di kelas, tapi bisa dilaksanakan anytime, anywhere, any platform,” imbuhnya.
Mantan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini berpesan agar para wisudawan harus berani keluar dari kebiasaan masa lalu. Jangan sekali-kali tampil menjadi sosok yang sulit beradaptasi, katanya, karena masa depan bangsa menginginkan agar generasi yang akan datang mampu menciptakan relevansi dan hidup dengan cara-cara baru.
“Jangan lupa bahwa berbagai fenomena perubahan yang terjadi saat ini sejatinya merupakan pekerjaan talenta-talenta muda milenial. Oleh karena itu, sangat tepat kiranya jika Saudara berinisiatif untuk terus menyempurnakan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki sebagai bekal terbaik dalam mengarungi perjalanan hidup. Ingatlah bahwa pendidikan tidak boleh hanya mengajarkan pekerjaan, melainkan harus mengajarkan pula kehidupan,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :