Henry Indraguna Raih Gelar Doktor dari Universitas Borobudur dengan IPK 3,98
Jum'at, 23 Desember 2022 - 13:02 WIB
"Kehadiran dua orang hebat dan memberikan pembekalan ilmiah kepada para wisudawan, menandakan suatu bentuk kepercayaan yang tinggi terhadap lulusan dari Universitas Borobudur," kata Faisal.
Menurut Guru Besar Hukum Universitas Borobudur itu, dalam proses pendidikannya selalu mengedepankan kualitas berdampak dengan terserapnya para lulusan di dunia kerja, hal ini juga menjadikan kepercayaan masyarakat kepada para lulusan Universitas Borobudur.
"Pada wisuda tahun ini meluluskan dari program diploma, sarjana, magister dan doktor (D3,S1,S2 dan S3)," jelas Faisal.
Sementara itu, Henry Indraguna yang meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul 'Membangun Integritas Hakim Guna Mewujudkan Independensi Hakim Dikaitkan Putusan Berkeadilan Melalui Optimalisasi Pengawasan Eksternala'.
Henry Indraguna dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (cumlaude) dengan IPK 3,98. Bertindak sebagai Promotor Prof Faisal Santiago dan Co-promotor Dr Suparno.
Disertasi Henry membahas bagaimana hakim sebagai bagian dari penegakan hukum (law enforcement) yang seharusnya memperlihatkan tegaknya sendi-sendi hukum dan terwujudnya keadilan sebagai tujuan utama dari hukum, ternyata tidak selamanya berjalan lurus sesuai dengan yang diharapkan.
"Independensi hakim saat ini belum sepenuhnya terwujud. Indikatornya masih adanya putusan yang menguntungkan pihak-pihak tertentu," ujar Henry yang juga anggota Tim Ahli Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Henry melanjutkan, Hakim juga belum sepenuhnya mengikuti nilai-nilai objektif dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai objektif terdesak oleh nilai subjektif, sehingga terjadi pergeseran-pergeseran nilai, yakni dari nilai objektif ke nilai subjektif.
Menurut Guru Besar Hukum Universitas Borobudur itu, dalam proses pendidikannya selalu mengedepankan kualitas berdampak dengan terserapnya para lulusan di dunia kerja, hal ini juga menjadikan kepercayaan masyarakat kepada para lulusan Universitas Borobudur.
"Pada wisuda tahun ini meluluskan dari program diploma, sarjana, magister dan doktor (D3,S1,S2 dan S3)," jelas Faisal.
Sementara itu, Henry Indraguna yang meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul 'Membangun Integritas Hakim Guna Mewujudkan Independensi Hakim Dikaitkan Putusan Berkeadilan Melalui Optimalisasi Pengawasan Eksternala'.
Henry Indraguna dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (cumlaude) dengan IPK 3,98. Bertindak sebagai Promotor Prof Faisal Santiago dan Co-promotor Dr Suparno.
Disertasi Henry membahas bagaimana hakim sebagai bagian dari penegakan hukum (law enforcement) yang seharusnya memperlihatkan tegaknya sendi-sendi hukum dan terwujudnya keadilan sebagai tujuan utama dari hukum, ternyata tidak selamanya berjalan lurus sesuai dengan yang diharapkan.
"Independensi hakim saat ini belum sepenuhnya terwujud. Indikatornya masih adanya putusan yang menguntungkan pihak-pihak tertentu," ujar Henry yang juga anggota Tim Ahli Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Henry melanjutkan, Hakim juga belum sepenuhnya mengikuti nilai-nilai objektif dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai objektif terdesak oleh nilai subjektif, sehingga terjadi pergeseran-pergeseran nilai, yakni dari nilai objektif ke nilai subjektif.
Lihat Juga :