Cerita Izza, Mahasiswa FMIPA UNY Putri Buruh Serabutan yang Sukses Lulus Cum Laude

Jum'at, 20 Januari 2023 - 14:42 WIB
loading...
Cerita Izza, Mahasiswa FMIPA UNY Putri Buruh Serabutan yang Sukses Lulus Cum Laude
Mahasiswa UNY, Maghfiroh Izza Maulani berfoto bersama keluarganya usai wisuda. Foto/Laman UNY.
A A A
JAKARTA - Kisah perjuangan Maghfiroh Izza Maulani ini patut disimak bagi calon mahasiswa. Meski hanya putri dari seorang buruh serabutan namun Izza berhasil lulus Cum Laude dari Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY ).

Anak pertama pasangan Sudarjo dan Sri Wahyun tersebut berhasil menamatkan kuliahnya di program studi Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (MIPA) UNY dengan IPK 3,77 dan berhasil meraih predikat Cum Laude.

Izza meraih kelulusan yang sempurna itu melalui perjalanan hidup yang tak mudah. Saat menempuh pendidikan di SMPN 2 Salam Kabupaten Magelang Jawa Tengah, gadis ini nyaris tidak dapat melanjutkan sekolah ke bangku SMA karena ketiadaan biaya.

Padahal Izza menjadi lulusan terbaik SMP di Sub Rayon Salam dengan total nilai Ujian Nasional 379,5 atau dengan nilai rerata 94,875. Sempat terpikir untuk melanjutkan sekolah di SMK terdekat dengan biaya yang murah, namun berkat kemurahan hati seorang dermawan yang berkenan menjadi orang tua asuh, Izza berkesempatan sekolah di SMAN 3 Magelang.

Baca juga: ITERA Berhasil Abadikan Komet Langka, Ini Penampakannya

Selulus SMA Izza kembali bingung. Lagi-lagi masih dengan masalah yang sama yakni finansial. "Kalau mau kuliah, cari biaya sendiri ya. Bapak ibu tidak punya biaya" kata Sudarjo, dikutip dari laman UNY, Jumat (20/1/2023).

Walaupun sempat down dengan keadaan waktu itu, apalagi mimpi Izza saat itu ingin menjadi dokter, dia menyadari kalau kuliah itu tidak murah apalagi bidang kedokteran. Namun dengan bimbingan guru BK, akhirnya Izza menemukan minat di bidang lain.

Karena suka Matematika dan Fisika, akhirnya warga Tersan, Desa Tersan Gede, Kecamatan Salam Magelang tersebut terpikirkan untuk mengambil jurusan terkait. Sekolah pun ikut andil dengan mendaftarkannya pada beasiswa Bidikmisi yang sekarang bernama KIP Kuliah.

Setelah melalui tes SBMPTN, Izza diterima sebagai mahasiswa baru Pendidikan Matematika UNY. Meski begitu, dia belum dinyatakan lolos Bidikmisi karena perlu ada survei dan kuota yang terbatas.

“Pada awal semester, saya sempat tidak lolos bidikmisi. Sempat kelimpungan, takut UKT mahal dan tidak bisa membayar,” kata Izza.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1459 seconds (10.177#12.26)