Mahasiswa UPER Kembangkan Aplikasi Skrining Diabetes Berbasis Kecerdasan Buatan

Senin, 23 Januari 2023 - 07:42 WIB
loading...
Mahasiswa UPER Kembangkan...
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Universitas Pertamina (UPER) berhasil mengembangkan platform purwarupa bernama DIA-BEAT. Foto/Dok/Humas UPER
A A A
JAKARTA - Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Universitas Pertamina (UPER) berhasil mengembangkan platform purwarupa bernama DIA-BEAT. Platform berbasis web dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelegen/AI) ini dapat digunakan untuk mendeteksi (skrining) dini diabetes tipe-1.

Diabetes tipe 1 diakibatkan oleh ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin. Umumnya diabetes tipe 1 yang sudah komplikasi akan turut mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah di bagian mata.

Baca juga: Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Resmi Diluncurkan, Catat Jadwal Lengkapnya

Pemeriksaan awal pada penderita diabetes tipe 1 dilakukan melalui tes pengambilan darah di laboratorium, serta pemeriksaan retina dan saraf mata.

Inovasi karya 3 mahasiswa UPER Fadhlan Adha, Sukri Alfian dan Ahmad Fauzi, membuat skrining cukup melalui pemeriksaan mata yang bisa dilakukan sendiri. Mudah, dengan hasil pemeriksaan yang cepat dan akurat.

“Melalui platform DIA-BEAT, masyarakat bisa melakukan skrining mata normal atau bergejala diabetes. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi DIA-BEAT, mengunggah gambar mata, dan melakukan skrining mata. Jika ditemukan bintik putih, pembuluh darah yang tidak beraturan, atau bercak darah pada area mata, maka hal tersebut terindikasi diabetes," jelas Fadhlan dalam keterangan pers, Minggu (22/1/2023).

Baca juga: Prodi S2 Ilmu Kimia FMIPA UI Raih Akreditasi Internasional RSC

Ia menambahkan, jika terindikasi menderita diabetes tipe 1, maka pengguna akan diminta untuk mengurangi asupan gula, berolahraga, dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil rekomendasi skrining dapat diunduh dan dikirimkan ke email pengguna.

Dr. Eng. Muhammad Abdillah sebagai dosen pembimbing memaparkan bahwa akurasi hasil deteksi diabetes melalui DIA-BEAT mencapai 99 persen. “Program aplikasi tersebut cukup akurat untuk deteksi. Sehingga ke depan dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan rumah sakit di Indonesia untuk mendapatkan data lebih banyak. Agar meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan DIA-BEAT,” ujarnya.

Inovasi ini membawa Fadhlan dkk menyabet gelar juara ketiga di gelaran acara Indonesia Artificial Intelligence Research Consortium (IARC) Hackathon 2023. Kompetisi ini merupakan program akselerasi strategi nasional dalam menerapkan AI di Indonesia.

Pengembangan platform DIA-BEAT tersebut menggunakan super komputer NVIDIA DGX-A100 yang difasilitasi oleh IARC-DIKTI. Super komputer AI yang berperan untuk menguji data dan memvalidasi model platform tersebut.

Umumnya, dalam proses pengujian dan validasi data yang terdiri dari ribuan data akan membutuhkan waktu yang lama. Menggunakan NVIDIA DGX-A100, proses tersebut hanya memakan waktu 1 sampai 2 menit.

“DIA-BEAT juga memiliki kelebihan lain seperti aksesibilitas pengujian yang lebih mudah, proses akuisisi dan analisis yang cepat, konsisten, serta dapat diunduh oleh pengguna,” tambah Fadhlan.

Untuk diketahui, pada 2021, International Diabetes Federation (IDF) mencatat terdapat 537 juta orang dewasa usia 20 sampai 79 tahun di dunia menderita penyakit diabetes.

Indonesia sendiri berstatus waspada, menduduki posisi kelima jumlah pengidap diabetes terbanyak di dunia. Pada 2021, jumlah penderita diabetes di Indonesia naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya hingga mencapai 19,47 juta.

Celakanya, data WHO menyebut setengah penderita tak menyadari mereka telah mengidap diabetes. Alhasil penyakit gula ini menjadi penyebab 236 ribu kematian di Indonesia sepanjang 2021.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Dari Ruang Kuliah ke...
Dari Ruang Kuliah ke Solusi Nyata: Mahasiswa Rancang Prototipe Inovasi untuk Masyarakat
TurtleSafe Karya Mahasiswa...
TurtleSafe Karya Mahasiswa UNEJ Tembus Forum Internasional
Pameran Panen Karya...
Pameran Panen Karya Vol. 3, Mahasiswa UMB Tampilkan Inovasi Berbasis Proses
Mengenal AI LISA UGM...
Mengenal AI LISA UGM yang Sebut Jokowi Bukan Alumni
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved