Inovasi Keren! Teknologi SPAH SIL UI Mengubah Air Hujan Menjadi Air Layak Minum
Senin, 23 Januari 2023 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
Dalam proses memanen air hujan, kebersihan tandon perlu diperhatikan. Jika melewati musim kemarau, harus dilakukan pembuangan air pertama selama 15–20 menit untuk membersihkan saluran pipa dari kotoran di atas atap.
"Jika curah hujan sedikit, pengguna harus membersihkan atap dan mengecek kondisi dakron. Pemeliharaan dan perawatan SPAH ini dilakukan secara berkala bergantung pada musim hujan,” kata Sari.
Sari berharap pemanfaatan SPAH di Cilincing dapat menggantikan kebutuhan warga akan pipa air karena air hujan memiliki banyak manfaat. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, pengmas SIL UI juga berupaya menurunkan angka stunting pada warga di pesisir Cilincing.
“Air hujan memiliki manfaat untuk kesehatan bagi masyarakat karena membatu regenerasi sel. Penggunaan air hujan juga mengurangi biaya air berbayar dan penggunaan air tanah. SPAH juga diharapkan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat nelayan sehingga air bersih yang dikonsumsi dapat menurunkan angka stunting di Kalibaru,” katanya.
Riset yang ditelitinya dibimbing Prof. Ignatius Sutapa selaku Koordinator PRN Stunting BRIN dan Dr. Gunawan Pratama Yoga selaku reviewer PRN BRIN.
Salah satu ancaman serius terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada kualitas generasi mendatang, adalah stunting. Rata-rata angka stunting di Indonesia sebesar 37,2%. Menurut standar WHO (World Health Organization), persentase ini termasuk kategori berat.
Oleh karena itu, SPAH diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini, terutama bagi masyarakat di pesisir Jakarta. Tentunya, hidup sehat dimulai dari konsumsi air yang layak. Dengan memanen air hujan, warga dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
"Jika curah hujan sedikit, pengguna harus membersihkan atap dan mengecek kondisi dakron. Pemeliharaan dan perawatan SPAH ini dilakukan secara berkala bergantung pada musim hujan,” kata Sari.
Sari berharap pemanfaatan SPAH di Cilincing dapat menggantikan kebutuhan warga akan pipa air karena air hujan memiliki banyak manfaat. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, pengmas SIL UI juga berupaya menurunkan angka stunting pada warga di pesisir Cilincing.
“Air hujan memiliki manfaat untuk kesehatan bagi masyarakat karena membatu regenerasi sel. Penggunaan air hujan juga mengurangi biaya air berbayar dan penggunaan air tanah. SPAH juga diharapkan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat nelayan sehingga air bersih yang dikonsumsi dapat menurunkan angka stunting di Kalibaru,” katanya.
Riset yang ditelitinya dibimbing Prof. Ignatius Sutapa selaku Koordinator PRN Stunting BRIN dan Dr. Gunawan Pratama Yoga selaku reviewer PRN BRIN.
Salah satu ancaman serius terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada kualitas generasi mendatang, adalah stunting. Rata-rata angka stunting di Indonesia sebesar 37,2%. Menurut standar WHO (World Health Organization), persentase ini termasuk kategori berat.
Oleh karena itu, SPAH diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini, terutama bagi masyarakat di pesisir Jakarta. Tentunya, hidup sehat dimulai dari konsumsi air yang layak. Dengan memanen air hujan, warga dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
(mpw)
Lihat Juga :