Beri Ruang Kebebasan, Kemenag Selenggarakan Pelatihan Kurikulum Merdeka bagi Guru Madrasah
Jum'at, 27 Januari 2023 - 17:11 WIB
loading...
Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum Merdeka bagi guru madrasah dan guru agama. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama ( Kemenag ) melalui Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat kembali menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum Merdeka bagi guru madrasah, guru agama, baik yang berstatus PNS maupun Non PNS.
Pelatihan yang juga melibatkan pihak lain yang berminat pada Kurikulum Merdeka ini digelar secara online mandiri berbasis MOOC (Massive Open Online Course).
Baca juga: Kaji Sejarah Islam, 3 Mahasiswa UIN Jakarta Raih Beasiswa Professor Azyumardi Azra Scholarship
“Pelatihan Kurikulum Merdeka ini digelar secara asynchronous, di mana peserta dengan pengajar tidak bertemu di waktu yang sama," terang Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, Jumat (27/1/2023).
Menurutnya, pelatihan dengan metode asynchronous ini sangat memudahkan bagi para guru, wali murid, dan semua yang tertarik mengikuti pelatihan ini, karena peserta pelatihan bisa mengikutinya secara mandiri, membuat akun sendiri, daftar sendiri, belajar sendiri, mengerjakan tugas sendiri, dan unduh sertifikat sendiri. "Peserta bisa belajar kapan pun, dan dari mana pun,” tambahnya.
Baca juga: MAN 1 Pasuruan Raih Perak Ajang International Robot Olympiad di Phuket Thailand
Menurut Mastuki, pendaftaran Pelatihan Kurikulum Merdeka dibuka dari 27 Januari sampai dengan 2 Februari 2022. Para guru Madrasah dan guru agama yang akan mendaftar, sila klik: Pendaftaran Pelatihan Kurikulum Merdeka.
Pelatihan yang juga melibatkan pihak lain yang berminat pada Kurikulum Merdeka ini digelar secara online mandiri berbasis MOOC (Massive Open Online Course).
Baca juga: Kaji Sejarah Islam, 3 Mahasiswa UIN Jakarta Raih Beasiswa Professor Azyumardi Azra Scholarship
“Pelatihan Kurikulum Merdeka ini digelar secara asynchronous, di mana peserta dengan pengajar tidak bertemu di waktu yang sama," terang Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, Jumat (27/1/2023).
Menurutnya, pelatihan dengan metode asynchronous ini sangat memudahkan bagi para guru, wali murid, dan semua yang tertarik mengikuti pelatihan ini, karena peserta pelatihan bisa mengikutinya secara mandiri, membuat akun sendiri, daftar sendiri, belajar sendiri, mengerjakan tugas sendiri, dan unduh sertifikat sendiri. "Peserta bisa belajar kapan pun, dan dari mana pun,” tambahnya.
Baca juga: MAN 1 Pasuruan Raih Perak Ajang International Robot Olympiad di Phuket Thailand
Menurut Mastuki, pendaftaran Pelatihan Kurikulum Merdeka dibuka dari 27 Januari sampai dengan 2 Februari 2022. Para guru Madrasah dan guru agama yang akan mendaftar, sila klik: Pendaftaran Pelatihan Kurikulum Merdeka.
Lihat Juga :