IPB University Latih Warga Bogor Manfaatkan Limbah Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar

Sabtu, 28 Januari 2023 - 08:34 WIB
loading...
IPB University Latih...
Dosen IPB University menggelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar, Lilin dan Sabun di Kelurahan Situ Gede, Kota Bogor (20/1/2023). Foto/Dok/IPB
A A A
JAKARTA - Minyak jelantah adalah limbah yang berasal dari penggunaan minyak goreng. Minyak jelantah dapat juga disebut sebagai minyak bekas pakai pada proses memasak/menggoreng di rumah tangga.

Jika dilihat dari komposisi di dalamnya, minyak jelantah mengandung asam lemak bebas yang tinggi serta berbagai senyawa yang berisiko bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Penanganan yang tidak tepat seperti membuang minyak jelantah langsung ke lingkungan juga dapat berdampak buruk bagi ekosistem makhluk hidup sekitar serta menjadi sumber cemaran berbahaya.

Baca juga: 10 Rekomendasi Kampus Unggulan Beasiswa LPDP 2023 versi Luar Negeri, Bisa Jadi Referensi Pendaftar

Dengan demikian, perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan. Melalui pengolahan yang tepat, limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang sangat berguna.

Dosen IPB University dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, menggelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar, Lilin dan Sabun di Kelurahan Situ Gede, Kota Bogor (20/1/2023).

Ada 5 dosen dari Divisi Teknik Energi Terbarukan (TET), Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB), Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University dan satu orang teknisi yang terlibat. Mereka adalah Ir Sri Endah Agustina, MS selaku ketua dan sebagai narasumber sekaligus fasilitator yaitu Dr Dyah Wulandani, Dr Leopold O Nelwan, Dr Muhamad Yulianto, Lilis Sucahyo, STP, MSi serta teknisi Angga Permana.

Baca juga: Calon Mahasiswa UGM, Begini Skema Bantuan Keringanan UKT yang Perlu Kalian Tahu

Sebanyak 25 orang peserta hadir dengan antusias yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) serta perwakilan perangkat desa Situ Gede. Dalam sambutannya mewakili Kepala Divisi, Dr Leo menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi penerapan teknologi dan hasil-hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kampus.

“Divisi TET TMB telah melakukan berbagai kajian pemanfaatan limbah minyak jelantah seperti konversi menjadi biodiesel sebagai bahan bakar dengan tungku bertekanan tinggi, menjadi lilin bakar serta berbagai jenis sabun padat dan cair untuk kebutuhan kebersihan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Dr Dyah Wulandani dalam paparan materinya menyebutkan bahwa untuk membuat biodiesel dari jelantah dapat menggunakan reaksi transesterifikasi dengan bahan metanol dan katalis KOH.

“Untuk membuat lilin diperlukan bahan minyak jelantah kemudian dicampurkan dengan stearin, pewangi/aromaterapi dan pewarna. Sementara untuk pembuatan sabun dapat dilakukan dengan menggunakan bahan minyak jelantah dicampurkan dengan air, NaOH (soda api), minyak kelapa atau minyak zaitun, pewangi/ aromaterapi dan pewarna,” jelasnya.

Menurutnya, bahan yang dibutuhkan dapat dengan mudah diperoleh, terutama untuk lilin dan sabun sehingga para peserta dapat langsung mempraktikkannya di rumah masing-masing. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan kemampuan kepada masyarakat untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.

Senada dengan hal tersebut, Jawariyah sebagai Ketua KWT dan Posdaya Kenanga menyambut dengan baik dan antusiasme yang tinggi terkait pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah. Pengetahuan tersebut diperlukan oleh masyarakat Kelurahan Situ Gede dan beberapa peserta juga terlihat membawa minyak jelantah dari rumah masing masing.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Pantang Menyerah, Peserta...
Pantang Menyerah, Peserta UTBK 2026 Ini Ujian Pakai Kursi Roda di IPB
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Acer Gandeng 50 Sekolah...
Acer Gandeng 50 Sekolah Kelola Sampah Elektronik
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Menanti Skema Terkini...
Menanti Skema Terkini Penyaluran Bahan Bakar Minyak Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved