Ikuti Program IISMA, Mahasiswa UMM Kisahkan Perjuangan untuk Ibadah di Hungaria
Sabtu, 11 Februari 2023 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu membuatnya tidak nyaman selama dua minggu pertama. Ia bahkan hanya memakan mie instan, nasi, serta telur di hari-hari awal menjalani program pertukaran pelajar ke Hungaria.
Baca juga: 10 PTS Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2023
“Penganut Islam di Hungaria sangat minoritas. Beberapa restoran sebenarnya menjual makanan halal seperti daging ayam, ikan, dan lain sebagainya. Namun di dalam bahan masakan mereka masih menggunakan minyak babi," kata Indah Febriana, Sabtu (10/2/2023).
Oleh karena itu, alternatif satu-satunya adalah memasak. Masalahnya saya tidak pernah memasak, jadi saya hanya makan mie instan selama dua minggu pertama. Setelah itu, saya lambat laun mulai belajar memasak dengan menggunakan resep dari internet,” tambahnya.
Selain kesusahan mengakses makanan halal, Indah juga mengatakan bahwa akses ke tempat ibadah dan masjid sangat minim. Sebenarnya pihak kampus telah menyediakan musala bagi para mahasiswa, namun hanya dibuka saat waktu-waktu ibadah saja.
Baca juga: 10 PTS Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2023
“Penganut Islam di Hungaria sangat minoritas. Beberapa restoran sebenarnya menjual makanan halal seperti daging ayam, ikan, dan lain sebagainya. Namun di dalam bahan masakan mereka masih menggunakan minyak babi," kata Indah Febriana, Sabtu (10/2/2023).
Oleh karena itu, alternatif satu-satunya adalah memasak. Masalahnya saya tidak pernah memasak, jadi saya hanya makan mie instan selama dua minggu pertama. Setelah itu, saya lambat laun mulai belajar memasak dengan menggunakan resep dari internet,” tambahnya.
Selain kesusahan mengakses makanan halal, Indah juga mengatakan bahwa akses ke tempat ibadah dan masjid sangat minim. Sebenarnya pihak kampus telah menyediakan musala bagi para mahasiswa, namun hanya dibuka saat waktu-waktu ibadah saja.
Lihat Juga :