Darurat Cyberbullying, Universitas Pertamina Edukasi Literasi Digital Ratusan Siswa SMA
Selasa, 28 Februari 2023 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga menengah ke atas. Teranyar, kampanye dilakukan di SMAN 29 Jakarta, SMAN 58 Jakarta, dan SMAN 31 Jakarta.
Baca juga: Mau Kuliah S2 Gratis ke Belanda? Intip Beasiswa Ini
Dosen Program Studi Komunikasi UPER sekaligus praktisi media sosial, Ita Musfirowati Hanika, S.A.P., M.I.Kom., memaparkan bahwa perundungan siber yang marak terjadi utamanya dipicu oleh ketidakcakapan para pengguna teknologi, rendahnya kontrol diri, dan kurangnya pengetahuan terhadap tindakan kriminal.
“Pada dasarnya perundungan di media sosial terjadi karena rendahnya tingkat literasi digital masyarakat. Seperti yang kita tahu, saat ini pendidikan literasi digital masih belum merata dan kebanyakan baru bisa ditemui di kota-kota besar. Akibat ketimpangan ini, banyak masyarakat yang belum mengetahui etika bermedia sosial yang berujung pada tindak kekerasan siber,” ungkap Ita.
Menurut Ita, seseorang yang menjadi target cyberbullying biasanya menerima pesan-pesan bermuatan negatif atau ujaran kebencian dari akun anonim. Jika terjadi terus-menerus dalam jangka waktu lama, bukan hal yang tak mungkin bila korban mengalami gangguan mental seperti depresi, memiliki masalah kepercayaan diri, hingga sulit beradaptasi.
Baca juga: Mau Kuliah S2 Gratis ke Belanda? Intip Beasiswa Ini
Dosen Program Studi Komunikasi UPER sekaligus praktisi media sosial, Ita Musfirowati Hanika, S.A.P., M.I.Kom., memaparkan bahwa perundungan siber yang marak terjadi utamanya dipicu oleh ketidakcakapan para pengguna teknologi, rendahnya kontrol diri, dan kurangnya pengetahuan terhadap tindakan kriminal.
“Pada dasarnya perundungan di media sosial terjadi karena rendahnya tingkat literasi digital masyarakat. Seperti yang kita tahu, saat ini pendidikan literasi digital masih belum merata dan kebanyakan baru bisa ditemui di kota-kota besar. Akibat ketimpangan ini, banyak masyarakat yang belum mengetahui etika bermedia sosial yang berujung pada tindak kekerasan siber,” ungkap Ita.
Menurut Ita, seseorang yang menjadi target cyberbullying biasanya menerima pesan-pesan bermuatan negatif atau ujaran kebencian dari akun anonim. Jika terjadi terus-menerus dalam jangka waktu lama, bukan hal yang tak mungkin bila korban mengalami gangguan mental seperti depresi, memiliki masalah kepercayaan diri, hingga sulit beradaptasi.
Lihat Juga :