Mahasiswa Program Doktor UGM Kembangkan Pandemic Burnout Inventory
Rabu, 08 Maret 2023 - 09:29 WIB
loading...
Penelitian survei pada akhir 2020 menyimpulkan 83% nakes di Indonesia mengalami kelelahan pada tingkat sedang hingga tinggi. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Program Doktor UGM mengembangkan Pandemic Burnout Inventory sebagai instrumen penilaian burnout dalam situasi pandemi Covid-19 pada tenaga kesehatan. Risiko burnout semakin meningkat 2 kali lipat karena beban pekerjaan yang meningkat saat pandemi.
Hasil penelitian survei pada akhir 2020 menyimpulkan 83% tenaga kesehatan di Indonesia mengalami kelelahan pada tingkat sedang hingga tinggi. Sisca Mayang Phuspa, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mempresentasikan hasil penelitiannya itu pada Ujian Terbuka Program Doktor, Selasa (7/3/2023).
Sisca mengatakan, ketidakpastian situasi akibat naik dan turunnya kasus Covid-19 di Indonesia yang memengaruhi beban dan prosedur kerja inilah yang kemudian menguras energi dan memberikan tekanan psikologis.
"Khususnya pada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19,” kata Sisca, dikutip dari laman UGM, Rabu (8/3/2023).
Baca juga: Diperingati 8 Maret, Begini Sejarah Perjalanan Hari Perempuan Internasional dari Masa ke Masa
Menurutnya, burnout pada awal didefinisikan sebagai manifestasi kelelahan emosional dan sinisme yang sering terjadi pada pekerja-pekerja di bidang pelayanan sosial. Kondisi ini merupakan respons terhadap stressor interpersonal terkait dengan pekerjaan.
Hasil penelitian survei pada akhir 2020 menyimpulkan 83% tenaga kesehatan di Indonesia mengalami kelelahan pada tingkat sedang hingga tinggi. Sisca Mayang Phuspa, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mempresentasikan hasil penelitiannya itu pada Ujian Terbuka Program Doktor, Selasa (7/3/2023).
Sisca mengatakan, ketidakpastian situasi akibat naik dan turunnya kasus Covid-19 di Indonesia yang memengaruhi beban dan prosedur kerja inilah yang kemudian menguras energi dan memberikan tekanan psikologis.
"Khususnya pada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19,” kata Sisca, dikutip dari laman UGM, Rabu (8/3/2023).
Baca juga: Diperingati 8 Maret, Begini Sejarah Perjalanan Hari Perempuan Internasional dari Masa ke Masa
Menurutnya, burnout pada awal didefinisikan sebagai manifestasi kelelahan emosional dan sinisme yang sering terjadi pada pekerja-pekerja di bidang pelayanan sosial. Kondisi ini merupakan respons terhadap stressor interpersonal terkait dengan pekerjaan.
Lihat Juga :