Pakar Kesehatan UGM Ungkap Alasan Gorengan Tak Baik untuk Buka Puasa, Ini Rekomendasi Menu Ideal
Senin, 27 Maret 2023 - 11:21 WIB
loading...
Pakar Kesehatan UGM sangat tidak menyarankan gorengan dikonsumsi sebagai menu buka puasa. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Gorengan menjadi menu favorit bagi sebagian besar orang untuk santapan berbuka puasa saat Ramadan. Namun, pakar kesehatan justru sangat tidak merekomendasikan gorengn untuk berbuka karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat
Dietisien Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada ( UGM ) Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD., mengatakan, sangat tidak menyarankan gorengan dikonsumsi sebagai menu buka puasa.
Baca juga: Anisa Nabila, Mahasiswa Undip Kembali Raih Emas Kejuaraan Karate Internasional di Malaysia
“Gorengan sangat tidak direkomendasikan untuk berbuka puasa karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat,” kata Tony Arjuna seperti dilansir dari laman resmi UGM, Senin (27/3/2023).
Tony menyebutkan proses pengolahan gorengan biasanya menggunakan minyak yang telah dipakai secara berulang-ulang. Kondisi tersebut menjadikan minyak sebagai sumber kolesterol yang sebenarnya tidak ideal untuk digunakan.
“Kan jarang yang ada gorengan yang 1-2 kali pakai ganti minyaknya. Kebanyakan minyak yang digunakan itu sudah dipakai berkali-kali dan jadi model sumber kolesterol,”paparnya.
Baca juga: UI Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS Subject Ranking 2023
Dietisien Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada ( UGM ) Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD., mengatakan, sangat tidak menyarankan gorengan dikonsumsi sebagai menu buka puasa.
Baca juga: Anisa Nabila, Mahasiswa Undip Kembali Raih Emas Kejuaraan Karate Internasional di Malaysia
“Gorengan sangat tidak direkomendasikan untuk berbuka puasa karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat,” kata Tony Arjuna seperti dilansir dari laman resmi UGM, Senin (27/3/2023).
Tony menyebutkan proses pengolahan gorengan biasanya menggunakan minyak yang telah dipakai secara berulang-ulang. Kondisi tersebut menjadikan minyak sebagai sumber kolesterol yang sebenarnya tidak ideal untuk digunakan.
“Kan jarang yang ada gorengan yang 1-2 kali pakai ganti minyaknya. Kebanyakan minyak yang digunakan itu sudah dipakai berkali-kali dan jadi model sumber kolesterol,”paparnya.
Baca juga: UI Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS Subject Ranking 2023
Lihat Juga :