Bangga! Mahasiswa ITB Juara 1 dan Best Presenter pada Pharmacy Competition 2023
Rabu, 19 April 2023 - 07:33 WIB
loading...
Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto/Dok/Humas ITB
A
A
A
JAKARTA - Beberapa waktu lalu, mahasiswa Program Studi Sains dan Teknologi Farmasi ITB berhasil meraih prestasi di kancah Nasional pada Pharmacy Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya.
Tim bernama “Kanidin” ini beranggotakan Kanita Prameswari, Nidenia Permata Putri, dan Adinda Mutiara. Mereka berhasil meraih juara 1 sekaligus Best Presenter pada kategori “Natural Development Case Study”. Tema yang diusung dalam kompetisi ini adalah formulasi sediaan farmasi dari bahan alam.
Baca juga: Kisah Bilal Dwi Anugrah, Raih Sarjana ITB di Usia 20 Tahun
Lomba ini telah dilaksanakan sejak Maret 2023 untuk babak penyisihan hingga April 2023 untuk babak final. Dalam babak penyisihan, mereka diharuskan untuk membuat produk sediaan farmasi yang dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah untuk diseleksi. Pada saat final, mereka diharuskan untuk mempresentasikan karya yang telah mereka buat di hadapan dewan juri dan 10 tim lainnya yang masuk ke tahap final.
Pada perlombaan tersebut, mereka berhasil membuat produk “Jelly Skincare Kanidin sebagai Solusi Anti Penuaan dan Agen Pencerahan Kulit”. Secara personal, alasan Nidenia membuat skincare dalam bentuk jelly karena dirinya cukup malas menggunakan skincare oles yang harus dilakukan secara bertahap. Sehingga diharapkan dengan skincare jelly yang dapat dimakan, bisa memudahkan akses baik bagi dirinya maupun orang lain untuk menggunakannya kapan pun dan di mana pun.
Tim bernama “Kanidin” ini beranggotakan Kanita Prameswari, Nidenia Permata Putri, dan Adinda Mutiara. Mereka berhasil meraih juara 1 sekaligus Best Presenter pada kategori “Natural Development Case Study”. Tema yang diusung dalam kompetisi ini adalah formulasi sediaan farmasi dari bahan alam.
Baca juga: Kisah Bilal Dwi Anugrah, Raih Sarjana ITB di Usia 20 Tahun
Lomba ini telah dilaksanakan sejak Maret 2023 untuk babak penyisihan hingga April 2023 untuk babak final. Dalam babak penyisihan, mereka diharuskan untuk membuat produk sediaan farmasi yang dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah untuk diseleksi. Pada saat final, mereka diharuskan untuk mempresentasikan karya yang telah mereka buat di hadapan dewan juri dan 10 tim lainnya yang masuk ke tahap final.
Pada perlombaan tersebut, mereka berhasil membuat produk “Jelly Skincare Kanidin sebagai Solusi Anti Penuaan dan Agen Pencerahan Kulit”. Secara personal, alasan Nidenia membuat skincare dalam bentuk jelly karena dirinya cukup malas menggunakan skincare oles yang harus dilakukan secara bertahap. Sehingga diharapkan dengan skincare jelly yang dapat dimakan, bisa memudahkan akses baik bagi dirinya maupun orang lain untuk menggunakannya kapan pun dan di mana pun.
Lihat Juga :