Bangga! Mahasiswa ITB Juara 1 dan Best Presenter pada Pharmacy Competition 2023
Rabu, 19 April 2023 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan skincare ini adalah daun kelor. “Kebetulan aku juga TA-nya kan di bidang antioksidan dan aku tahu kalau daun kelor itu memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan punya banyak sediaan yang sebenarnya bisa bermanfaat buat kulit, terutama untuk mencegah penuaan (anti-agin) dan pencerahan kulit (brightening),” ujar Nidenia.
Baca juga: Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Prestasi Unnes 2023 Dibuka, Ini Ketentuannya
Selain itu, kemasan yang mereka buat juga memudahkan konsumen untuk menggunakan skincare jelly tersebut. “Dari kemasan primer itu kita buatnya tuh memanjang buat jelly-jelly yang lucu untuk dimakan, dan dari kemasan primer ini kita kumpulin di dalam kemasan sekunder box yang bisa dibuka dari samping untuk memudahkan easy access,” tambah Adinda.
Tim Kanidin memberi kiat sukses dalam mengikuti kompetisi farmasi. Kanita berujar bahwa sebenarnya dari keseluruhan karya tulis ilmiah yang dikirimkan saat perlombaan adalah ilmu yang sudah dipelajari pada saat perkuliahan, khususnya praktikum. Sehingga sebaiknya sebagai mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan dengan serius dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Selain itu, perlu juga untuk sering membaca jurnal ilmiah dan juga melakukan manajemen tim yang baik.
Dari perlombaan yang mereka ikuti, tim Kanidin merasa sangat senang dan bersyukur bisa melewati semua tahap hingga final untuk presentasi. Menurut mereka, dengan proses yang telah dilalui membuat mereka lebih terpacu untuk mengikuti lomba-lomba yang lain. Selain itu, mereka juga bisa saling belajar dari tim lain untuk mendapatkan ilmu yang belum mereka dapatkan sebelumnya.
Baca juga: Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Prestasi Unnes 2023 Dibuka, Ini Ketentuannya
Selain itu, kemasan yang mereka buat juga memudahkan konsumen untuk menggunakan skincare jelly tersebut. “Dari kemasan primer itu kita buatnya tuh memanjang buat jelly-jelly yang lucu untuk dimakan, dan dari kemasan primer ini kita kumpulin di dalam kemasan sekunder box yang bisa dibuka dari samping untuk memudahkan easy access,” tambah Adinda.
Tim Kanidin memberi kiat sukses dalam mengikuti kompetisi farmasi. Kanita berujar bahwa sebenarnya dari keseluruhan karya tulis ilmiah yang dikirimkan saat perlombaan adalah ilmu yang sudah dipelajari pada saat perkuliahan, khususnya praktikum. Sehingga sebaiknya sebagai mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan dengan serius dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Selain itu, perlu juga untuk sering membaca jurnal ilmiah dan juga melakukan manajemen tim yang baik.
Dari perlombaan yang mereka ikuti, tim Kanidin merasa sangat senang dan bersyukur bisa melewati semua tahap hingga final untuk presentasi. Menurut mereka, dengan proses yang telah dilalui membuat mereka lebih terpacu untuk mengikuti lomba-lomba yang lain. Selain itu, mereka juga bisa saling belajar dari tim lain untuk mendapatkan ilmu yang belum mereka dapatkan sebelumnya.
(mpw)
Lihat Juga :