Uhamka Gelar Seminar Internasional Indonesa-Malaysia Outlook, Hadirkan Akademisi 2 Negara

Kamis, 25 Mei 2023 - 10:11 WIB
loading...
Uhamka Gelar Seminar...
Uhamka menggelar seminar internasional Indonesia-Malaysia Outlook di Aula Ahmad Dahlan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka, Rabu (24/5/2023). Foto/Dok/Uhamka
A A A
JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA ( Uhamka ) menggelar seminar internasional Indonesia-Malaysia Outlook dengan tema The Role of Indonesia and Malaysia for the Peace of Southeast Asia and the World Civilization.

Acara yang sekaligus Launching Buku "Malaysia Jalan Terjal Menuju Bangsa Demokratis" karya Sudarnoto Abdul Hakim ini digelar di Aula Ahmad Dahlan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka, Rabu (24/5/2023).

Baca juga: 15 Universitas Terbaik Dunia Bidang Ilmu Komputer Versi EduRank 2023

Seminar ini antara lain dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH) Uhamka, Assoc Prof Sudarnoto Abdul Hakim; Rektor UHAMKA Prof Gunawan Suryoputro; Wakil Rektor I, Anisia Kumala; Wakil Rektor II, Desvian Bandarsyah; Wakil Rektor III, Prof Nani Solihati; dan Wakil Rektor IV, Muhammad Dwifajri.

Selain itu, hadir juga Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq Mughni, sejumlah diplomat, tokoh, akademisi dan komunitas mahasiswa internasional. Narasumber seminar ini berasal dari Indonesia dan Malaysia. Mereka adalah Prof M. Din Syamsuddin, Assoc Prof Sohirin Solihin, Chusnul Mar’iyah Ph.D, Dr. Nazaruddin Nasution, Sen. Mohd Yusmadi bin Moh Yusoff, Lili Yulyadi Arnakim, Ph.D, Assoc Prof Zulkifli Hasan.

Rektor Uhamka Prof Gunawan Suryoputro mengungkapkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mewujudkan perdamaian di tingkat Asia Tenggara hingga dunia. Menurut dia, upaya-upaya perdamaian tersebut akan efektif dengan adanya media pendidikan yang dapat diimplementasikan kepada masyarakat sejak dini.

Baca juga: Unpad Terbangkan Dosen ke Kampus Top 500 Besar Dunia

“dengan adanya seminar internasional antara Malaysia dan Indonesia ini akan mewujudkan lebih banyak upaya perdamaian untuk bisa dikembangkan,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (24/5/2023).

Gunawan juga mengatakan, perdamaian dapat diwujudkan dengan adanya kesatuan antara ide dan gagasan serta terobosan yang membangun untuk masa depan.

“Pendidikan tentunya memiliki posisi yang penting untuk mewujudkan hal tersebut. Setiap upaya perdamaian akan lebih berpengaruh melalui media pendidikan yang lebih terstruktur,” ujar Prof Gunawan.

Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni memandang saat ini dunia masih menghadapi tantangan seputar perdamaian, mulai dari perebutan kekuasaan, monopoli, ekstremisme, hingga Islamofobia. Maka dari itu, kata dia, ini menjadi momen yang penting untuk membahas permasalahan tersebut.

Ia melanjutkan, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam menjadikan Islam sebagai filosofi dan cita-cita masa depan yang dirumuskan ke dalam Islam berkemajuan.

“Tantangan kenegaraan pun menjadi tugas Umat Islam untuk memecahkan masalah ini bersama-sama. Umat Islam harus mampu menghadapi pemahaman yang salah tentang agama, serta mengimplementasikan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin,” ujar dia.

Dia menjelaksan, seminar internasional ini merupakan ruang untuk membahas permasalahan-permasalahan dunia saat ini, mulai dari ekstremisme hingga Islamofobia.

“Umat Islam memiliki peran penting untuk meluruskan dan mengimplementasikan Islam yang rahmat bagi seluruh alam dengan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi. Hal ini pun menjadi pandangan utama kami pada Muktamar Muhammadiyah Ke-48 untuk membangun Islam Berkemajuan,” ungkapnya.

Assoc Prof Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan bahwa melalui seminar Internasional Indonesia-Malaysia Outlook ini dapat membangun situasi Asia Tenggara yang kondusif untuk membangun ekonomi dan peradaban yang kokoh.

Ia juga mengatakan bahwa keamanan dan perdamaian menjadi penting beriringan dengan stabilitas ekonomi serta politik. Ini sebagai syarat terwujudnya demokrasi.

“Kedua negara Indonesia dan Malaysia harus tampil sebagai negara dan bangsa yang kuat secara ekonomi dan politik. Selain itu, peran diplomatik dua Negara melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sangat penting untuk membangun dunia aman tanpa peperangan, genosida dan menyelesaikan krisis kemanusian,” kata dia.

Karena itu, menurutnya, harus dibangun aliansi global di mana Indonesia dan Malaysia bisa secara maksimal memainkan peran strategis.

“Saya melihat Anwar Ibrahim adalah tokoh penting dalam sejarah perjalanan politik Malaysia. Sebagai seorang muslim sejati, intelektual, kritis dan terbuka ia memperkenalkan konsep Malaysia Madani," terangnya.

"Ide ini sungguh penting Dan memiliki spirit sama dengan Islam Berkemajuan. Menurut saya, sebagaimana yang saya jelaskan dalam buku saya, bahwa dua gagasan ini sangat dibutuhkan untuk memperkokoh demokrasi di dua negara ini,” tambahnya.

Tapi, kata Sudarnoto, ini tidak mudah dan menghadapi tantangan besar. Dia berharap para pembaca dapat mengenal dengan lebih baik negara tetangga kita yaitu Malaysia agar dapat menjalin sinergi dengan baik.

Sementara itu, Mohammad Fazril bin Mohd Saleh selaku Secretary General ABIM mengatakan bahwa acara ini merupakan momen yang penting untuk dikembangkan lagi di berbagai tempat dan sektor. Ia berharap adanya resolusi dan tindakan dalam melaksanakan proses peningkatan hubungan Indonesia dengan Malaysia.

“Harapan kami akan hadir sebuah resolusi yang dapat membuat hubungan Indonesia dan Malaysia semakin kompleks dalam berbagai lapisan, bukan hanya antar pemerintah tetapi juga seluruh sektor lainnya saling berhubungan termasuk ABIM untuk masyarakat,” tutur Mohammad Fazril.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Buka Dialog, Pengamat...
Buka Dialog, Pengamat : Pemerintah Mau Terima Aspirasi dari Mahasiswa
Rekomendasi
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Berita Terkini
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved