Tangani Persoalan Stunting bagi Siswa dan Minimnya SDM, Ini Saran Kepala BSKDN Kemendagri
Kamis, 22 Juni 2023 - 23:32 WIB
loading...
Siswa Sekolah Dasar (SD) mengikuti pembelajaran di kelas. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri ( BSKDN ) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepada kepala daerah agar mampu menemukan common enemy yang sedang dihadapi dan memperkuat sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat menerima kunjungan Pemda Kabupaten Banyumas dalam rangka konsultasi soal Indeks Inovasi Daerah (IID). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Video Conference BSKDN pada Kamis (22/6/2023).
Baca juga: Daftar 20 Prodi Terketat di SNBT 2023, Ilmu Komunikasi UNJ Posisi Pertama
Dalam sambutannya, Yusharto mengatakan common enemy dapat dijadikan peluang bagi Pemkab Banyumas untuk menemukan inovasi yang tepat bagi daerahnya. Adapun common enemy tersebut dapat berupa angka stunting , inflasi, kemiskinan, infrastruktur, hingga pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Kita bisa pilih salah satu (common enemy tersebut), lalu OPD mana yang akan me-lead berikut akan diikuti oleh OPD yang lain sehingga inovasi itu membentuk suatu ekosistem," jelasnya.
Yusharto menjelaskan, IID tidak menilai inovasi per inovasi, melainkan ekosistem inovasi. Untuk itu, dirinya berharap daerah dapat melihat beragam permasalahan yang dihadapi sebagai kemungkinan lahirnya inovasi yang berkelanjutan bukan inovasi yang berdiri sendiri-sendiri.
Baca juga: Kampus dengan Jurusan Sosiologi Terbaik di Indonesia Versi THE Impact 2023
Hal itu disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat menerima kunjungan Pemda Kabupaten Banyumas dalam rangka konsultasi soal Indeks Inovasi Daerah (IID). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Video Conference BSKDN pada Kamis (22/6/2023).
Baca juga: Daftar 20 Prodi Terketat di SNBT 2023, Ilmu Komunikasi UNJ Posisi Pertama
Dalam sambutannya, Yusharto mengatakan common enemy dapat dijadikan peluang bagi Pemkab Banyumas untuk menemukan inovasi yang tepat bagi daerahnya. Adapun common enemy tersebut dapat berupa angka stunting , inflasi, kemiskinan, infrastruktur, hingga pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Kita bisa pilih salah satu (common enemy tersebut), lalu OPD mana yang akan me-lead berikut akan diikuti oleh OPD yang lain sehingga inovasi itu membentuk suatu ekosistem," jelasnya.
Yusharto menjelaskan, IID tidak menilai inovasi per inovasi, melainkan ekosistem inovasi. Untuk itu, dirinya berharap daerah dapat melihat beragam permasalahan yang dihadapi sebagai kemungkinan lahirnya inovasi yang berkelanjutan bukan inovasi yang berdiri sendiri-sendiri.
Baca juga: Kampus dengan Jurusan Sosiologi Terbaik di Indonesia Versi THE Impact 2023
Lihat Juga :