Kisah Syarif dan Desi, 2 Sosok yang Konsisten Memajukan Pendidikan Guru di Samarinda

Senin, 26 Juni 2023 - 21:01 WIB
loading...
Kisah Syarif dan Desi,...
Rachmad Syarif, Guru Bahasa Indonesia di SMPN 4 Samarinda, yang merupakan salah satu sekolah unggulan di kota Samarinda. Foto/Dok/PSF
A A A
SAMARINDA - “Pantak paku di papan” menjadi pepatah dari bahasa Melayu Kutai yang tepat bagi para guru yang senantiasa bersikap tegas dan konsisten ketika menghadapi tantangan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar bersama para siswa, maupun kualitas dirinya sebagai guru.

Ibarat paku yang sudah menancap kuat, setiap ilmu dan tindak-tanduk para guru yang diamalkan kepada murid-muridnya akan membentuk kualitas diri mereka di masa depan. Begitu pula dengan kompetensi seorang guru yang harus diasah secara konsisten dengan mengikuti pelatihan agar para murid mendapatkan akses pendidikan yang sama rata.

Baca juga: Inovasi Keren! Mahasiswa ITB Ciptakan Alat Pendeteksi Nafsu Makan Ikan

Oleh karena itu, tak jarang para guru melakukan berbagai upaya untuk memajukan kualitas pengajarannya untuk berkontribusi kepada kemajuan pendidikan, seperti pengalaman dari dua guru sekolah yang menjadi penggawa pendidikan asal Samarinda berikut ini.

Demi tekadnya menjadi seorang pendidik, Rachmad Syarif rela merantau ke Samarinda yang jauhnya 12 jam perjalanan dari Berau, kota asalnya. Sehari-hari, Syarif, begitu sapaannya, mengajar sebagai guru bahasa Indonesia di SMPN 4 yang merupakan salah satu sekolah unggulan di kota Samarinda.

Mengajar di sekolah unggulan bukan berarti Syarif tidak menemui tantangan, apalagi berhadapan dengan ratusan remaja yang sedang giat-giatnya menggali potensi diri sesuai minat masing-masing.

Baca juga: Ini Jadwal Baru PPDB Jabar Tahap 2 Jenjang SMA dan SMK, Jangan Sampai Terlewat

Keberagaman minat para murid inilah yang membuat Syarif harus mencari jalan tengah agar materi pembelajaran bisa tersampaikan dengan baik tanpa menghalangi cara para siswa berekspresi di sekolah.

Salah satu contohnya adalah murid Syarif yang sudah sering menjuarai turnamen sepak bola, tentu sepak bolalah yang menjadi ketertarikan utamanya, maka Syarif memasukkan banyak perumpamaan sepak bola saat menyampaikan pelajarannya.

Syarif pun berusaha memotivasi siswanya agar terus konsisten mengejar prestasi sesuai ketertarikan mereka. Dengan begitu, Syarif berharap, cara semacam ini akan lebih mudah diterima dan dipahami.

Syarif tidak hanya membuat siswa-siswanya lebih semangat belajar, tetapi juga menjadikan guru sebagai sosok yang kehadirannya selalu dinanti.
Kisah Syarif dan Desi, 2 Sosok yang Konsisten Memajukan Pendidikan Guru di Samarinda

Sementara, kepindahan Sotinsia Desi dari pusat kota ke sisi utara Samarinda, tepatnya di Lempake, lebih dari sekadar mutasi ke sekolah baru. Ia meninggalkan zona nyaman setelah lebih dari sepuluh tahun mengenyam karier sebagai guru.

Di SDN 007 Lempake, Samarinda Utara, Desi, panggilan akrabnya, menerima amanah sebagai kepala sekolah untuk terus menghidupkan denyut pendidikan di dalam ruang-ruang kelas yang sangat sederhana di sekolah yang dibangun sejak tahun 1970-an tersebut.

Menjadi kepala sekolah di usia muda membuat Desi juga berhadapan dengan rekan guru dengan rentang usia beragam, termasuk yang lebih senior. Hal ini membuat Desi harus berusaha keras melakukan pendekatan agar rekan-rekannya dapat lebih membuka diri untuk metode pengajaran yang lebih sesuai dengan generasi saat ini.

Desi pun menghadapi berbagai tantangan selama menjadi kepala sekolah, mulai dari beradaptasi dengan budaya yang berlaku di sekolah, metode belajar mengajar yang masih berporos pada guru, hingga partisipasi murid di kelas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Rekomendasi
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Berita Terkini
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Puncak Kalpasastra 2026,...
Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ Hadirkan Salman Aristo
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Peneliti BRIN Siti Zuhro:...
Peneliti BRIN Siti Zuhro: Daerah Maju Kuncinya Inovasi dan Gotong Royong, Stop Mengeluh!
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved