Tak Tepat Sasaran, Organisasi Poros Pelajar Kecam Kebijakan Kemendikbud

Selasa, 28 Juli 2020 - 15:23 WIB
loading...
Tak Tepat Sasaran, Organisasi...
Sejumlah organisasi pemuda dan pelajar yang tergabung dalam Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja lebih cepat dan tepat sasaran di masa pandemi Covid-19 ini. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah organisasi pemuda dan pelajar yang tergabung dalam Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja lebih cepat dan tepat sasaran di masa pandemi Covid-19 ini.

Pasalnya, Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dicanangkan Kemendikbud dinilai amburadul. Hal ini menjadi permasalahan besar karena tidak adanya singkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Bahkan menjadi dilematis bagi rakyat Indonesia mulai dari dana BOS yang hanya ditujukan bagi platform digital sehingga dana pengembangan kreativitas siswa menjadi terhambat. (Baca juga: Jatah Siluman Siswa Baru, Ribuan Kursi Kosong Disiapkan Sekolah Negeri)

Dalam pernyataan sikapnya yang ditandatangani Ketua umum PP IPM Hafizh Syafa'aturahman; Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani; Ketua Umum Ikatan Pelajar Persis (IPP) Arman Nurhakim Maulana; Ketua Umum Ikatan Pelajar Persis Putri (IPPI) Luthfi Anbar Fauziah; Ketua Umum PP IPPNU Nurul Hidayatul Ummah; Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdatul Wathan Zahid Ramadhan dan Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia Husin Tasrik Makrup Nasution ini menyatakan, masih banyak kesenjangan sosial dan ekonomi yang terjadi, pendidikan di tengah pandemi hanya bisa dinikmati bagi mereka yang memiliki uang. (Baca juga: DPR Anggap Kebijakan Menteri Nadiem Soal POP Bikin Gaduh di Tengah Pandemi)

Bahkan dalam catatan Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat, terjadi pencurian laptop demi anak agar bisa sekolah melalui PJJ di Lampung. Kemudian di Rembang ada pelajar yang berangkat sekolah sendirian karena tidak memiliki handphone. ”Indonesia dibangun atas dasar kesatuan dari Sabang sampai Merauke dengan beragam ras, suku, budaya dan agama sehingga pendidikan merupakan amanah konstitusional yang harus di benahi terlebih dahulu,” ujar Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani, Selasa (28/7/2020).

Pendidikan adalah hak semua manusia di Indonesia, bukan semata-mata mereka yang memiliki uang saja yang bisa mendapatkan akses pendidikan, tetapi mereka yang miskin dan berada dikawasan 3T perlu dan wajib mendapat pendidikan. ”Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Kemendikbud harus terjun langsung dalam melindungi dan menjaga anak-anak termasuk mendapat akses pendidikan baik secara tatap muka maupun daring, khusus di tengah wabah Covid-19 perlu diingat tidak semua daerah mendapatkan akses dan ketersediaan internet maupun gawai, hal ini harus diprioritaskan agar tidak terjadi kesenjangan yang nyata antara anak daerah dan perkotaan karena seluruh anak-anak di Indonesia memiliki hak yang sama untuk sekolah,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Tema dan Logo Hardiknas...
Tema dan Logo Hardiknas 2026 Lengkap dengan Makna dan Link Unduhan Resmi
Relawan Perempuan Astra...
Relawan Perempuan Astra Perkuat Kualitas Pendidikan di Sumba Timur
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Berita Terkini
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Rekrutmen BPKH 2026...
Rekrutmen BPKH 2026 Resmi Dibuka, Simak 9 Formasi, Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftaran
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved