Kecelakaan Teknologi Jadi Ancaman Lingkungan hingga Populasi, Guru Besar UI Telaah Cara Antisipasinya

Jum'at, 28 Juli 2023 - 11:32 WIB
loading...
Kecelakaan Teknologi...
Guru Besar Tetap Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) Andy Noorsaman. Foto/UI.
A A A
JAKARTA - Guru Besar Tetap Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) Andy Noorsaman Sommeng turut mengulas tiga konsep kecelakaan di dunia teknologi. Sebab, kecelakaan teknolog i disinyalir mampu menjadi ancaman bagi populasi, lingkungan, hingga ekonomi.

Hal tersebut Andy ulas melalui penelitiannya yang berjudul Berpikir yang Tidak Terpikirkan: Kejadian Black Swan, Risiko dan Kegagalan Sistemik Sistem Rekayasa Energi Kompleks.

"Tiga konsep tersebut adalah kejadian black swan, risiko sistemik, dan kegagalan sistemik. Kecelakaan teknologi pada industri risiko tinggi adalah ancaman bagi populasi, lingkungan, dan ekonomi," ujar Andy dalam sidang guru besarnya, di Makara Art Center UI, Depok, dikutip Jumat (28/7/2023).

Menurut Andy, gagasan tentang peristiwa black swan diterapkan sebagai penjelasan kecelakaan yang tidak dapat dicegah, begitu pula kecelakaan teknologi yang dipicu oleh bahaya alam.

Baca juga: Rektor MNC University Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Visi Menjadi World Class University Tahun 2037

"Padahal, kecelakaan teknologi dapat diperkirakan dan dapat dicegah ketika risiko terkait dikelola secara bertanggung jawab dan ketika tanda-tanda peringatan tidak diabaikan," imbuhnya.

Risiko sistemik, kata Andy, ialah risiko yang terkait dengan kegagalan atau kerusakan pada sistem yang dapat menyebabkan dampak luas ke seluruh sistem atau pasar. Ini dapat terjadi karena keterkaitan antara
berbagai aset atau institusi di dalam sistem tersebut.

"Risiko sistemik biasanya lebih berbahaya daripada risiko yang hanya memengaruhi satu institusi atau aset saja, karena dapat menyebabkan krisis keuangan atau bahkan resesi ekonomi. Contoh dari risiko sistemik adalah krisis keuangan global pada 2008," paparnya.

Adapun kegagalan sistemik adalah kegagalan pada sistem yang menyebabkan sistem tersebut tidak dapat berfungsi atau berhenti beroperasi sama sekali. Kegagalan ini karena beberapa faktor, yaitu kesalahan dalam perancangan sistem, kegagalan dalam proses produksi, atau perubahan lingkungan yang tidak terduga.

"Contoh dari kasus ini adalah kegagalan sistem penerangan di seluruh kota karena pemadaman listrik yang besar atau kegagalan sistem pengiriman bahan bakar pada kapal yang menyebabkan kapal terdampar," terangnya.

Baca juga: 20 Profesi Lulusan Jurusan Teknik Bergaji Jumbo, Apa Saja?

"Ketiga konsep ini saling terkait, karena kejadian black swan tidak hanya memicu kegagalan sistemik pada suatu sistem energi kompleks dan industri, tetapi juga sektor keuangan atau ekonomi," sambungnya.

Menurut Andy, risiko sistem energi kompleks adalah jalan menuju lanskap risiko sistemik, karena sifatnya multi-hazard risk.

Misalnya, gempa bumi di Jepang tidak hanya memicu kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima dan membuat tanah tidak dapat digunakan untuk hidup dan pertanian tetapi juga merusak sejumlah besar fasilitas industri, pelepasan kimia kebakaran hingga berpengaruh pada kapasitas produksi.

"Oleh karena itu, para insinyur risiko harus turut membantu mengurangi potensi risiko sistemik dengan menahan kecelakaan sebelum efeknya menyebar ke sistem dengan cara yang tidak terduga," paparnya.

Sebab, kata Andy, Akademisi dan praktisi teknik kimia memainkan peran penting dalam menciptakan dan menyebarluaskan pengetahuan tentang manajemen kejadian abnormal dalam sistem rekayasa kompleks, dan implikasi kebijakan publik dan perusahaannya.

"Sangat penting bagi akademisi teknik kimia untuk menjawab tantangan dan tanggung jawab dalam mendorong pendidikan generasi insinyur kimia berikutnya dengan kepekaan yang lebih tinggi terhadap pentingnya keselamatan, keberlanjutan, dan etika,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Rekomendasi
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Berita Terkini
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved