Cerita Menteri Basuki di Depan Mahasiswa Baru UGM: Pernah Jadi Loper Koran di Amerika
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, kata Basuki, sebagai anak tentara dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, dia mengaku bersyukur dulunya bisa masuk kuliah di kampus UGM. Bahkan ia tidak membayangkan bisa melanjutkan kuliah master dan doktor di Colorado State University, Amerika Serikat.
“Saat kecil saya pernah jadi kernet. Di Amerika saya pernah jadi pengantar koran. Kami digembleng oleh alam, namun sekarang Anda dimanjakan oleh komputer dan gadget. Karena itu, generasi muda sekarang militansinya harus digembleng sendiri,” kata Basuki.
Kepada para mahasiswa, Basuki mengatakan bahwa mereka adalah calon insinyur masa depan Indonesia. Meski jumlah peminat sarjana teknik menurun dalam beberapa tahun terakhir, namun ia senang sekarang ini jumlah peminat calon mahasiswa teknik semakin meningkat.
“Saya melihat beberapa tahun belakangan menurun, namun sekarang antusias peminat untuk menjadi insinyur sudah naik lagi. Peminatnya sudah hampir kembali,” kata Basuki.
Baca juga: 1.695 Mahasiswa Baru IPB Masuk Asrama, Penghuninya Termasuk Penerima KIP Kuliah
Basuki menyebutkan bangsa Indonesia harus meningkatkan jumlah lulusan insinyur sebab rasio jumlah insinyur di Indonesia sekarang ini hanya 5.300 insinyur per satu penduduk. Jumlah ini sangat rendah dibandingkan oleh
negara lain di kawasan ASEAN.
“Saat kecil saya pernah jadi kernet. Di Amerika saya pernah jadi pengantar koran. Kami digembleng oleh alam, namun sekarang Anda dimanjakan oleh komputer dan gadget. Karena itu, generasi muda sekarang militansinya harus digembleng sendiri,” kata Basuki.
Kepada para mahasiswa, Basuki mengatakan bahwa mereka adalah calon insinyur masa depan Indonesia. Meski jumlah peminat sarjana teknik menurun dalam beberapa tahun terakhir, namun ia senang sekarang ini jumlah peminat calon mahasiswa teknik semakin meningkat.
“Saya melihat beberapa tahun belakangan menurun, namun sekarang antusias peminat untuk menjadi insinyur sudah naik lagi. Peminatnya sudah hampir kembali,” kata Basuki.
Baca juga: 1.695 Mahasiswa Baru IPB Masuk Asrama, Penghuninya Termasuk Penerima KIP Kuliah
Basuki menyebutkan bangsa Indonesia harus meningkatkan jumlah lulusan insinyur sebab rasio jumlah insinyur di Indonesia sekarang ini hanya 5.300 insinyur per satu penduduk. Jumlah ini sangat rendah dibandingkan oleh
negara lain di kawasan ASEAN.
Lihat Juga :