Digelar di FIB UGM, SIPN ke-19 Tekankan Digitalisasi Naskah Kuno dan Manuskrip Nusantara
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
“Alhamdulillah SIPN XIX 2023 selama tiga hari kemarin berjalan dengan lancar. Kami berharap, kegiatan ini menghasilkan aksi-aksi nyata untuk semakin mengkontekstualisasikan isi naskah-naskah kuno Nusantara dalam upaya berkontribusi bagi penguatan identitas dan budaya Nusantara, termasuk melalui upaya digitalisasi,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (11/8/2023).
Berbagai upaya komunitas, aktivis serta lembaga-lembaga yang aktif dalam pernaskahan dilakukan di antaranya melalui cultural broker, penggunaan platform YouTube seperti Ngariksa, situs-situs penyedia naskah digital seperti Qalamos, Dreamsea, Wikisource.
Kemudian juga ada upaya alih wahana naskah menjadi komik, penggunaan Artificial Intelligence (AI) ChatGPT, dan lain-lain, memudahkan akses dan keterbacaan naskah baik bagi para peneliti maupun masyarakat umum.
Ketua MANASSA Komisariat Yogyakarta Sudibyo menilai, sudah saatnya para peneliti/filolog mengakhiri langkahnya di jalan sunyi. “Filolog-filolog Indonesia perlu melibatkan diri dalam berbagai diskursus yang menuntut kontribusi nyata," kata Ketua Departemen Bahasa dan Sastra FIB UGM ini.
"Sifat ‘wordy’ dari sebuah teks kajian tidak hanya menuntut ditempatkan dalam konteks berbagai peristiwa yang menyebabkan kehadirannya, namun juga negosiasi dengan berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya pada masa kini dan masa mendatang,” lanjutnya.
Berbagai upaya komunitas, aktivis serta lembaga-lembaga yang aktif dalam pernaskahan dilakukan di antaranya melalui cultural broker, penggunaan platform YouTube seperti Ngariksa, situs-situs penyedia naskah digital seperti Qalamos, Dreamsea, Wikisource.
Kemudian juga ada upaya alih wahana naskah menjadi komik, penggunaan Artificial Intelligence (AI) ChatGPT, dan lain-lain, memudahkan akses dan keterbacaan naskah baik bagi para peneliti maupun masyarakat umum.
Ketua MANASSA Komisariat Yogyakarta Sudibyo menilai, sudah saatnya para peneliti/filolog mengakhiri langkahnya di jalan sunyi. “Filolog-filolog Indonesia perlu melibatkan diri dalam berbagai diskursus yang menuntut kontribusi nyata," kata Ketua Departemen Bahasa dan Sastra FIB UGM ini.
"Sifat ‘wordy’ dari sebuah teks kajian tidak hanya menuntut ditempatkan dalam konteks berbagai peristiwa yang menyebabkan kehadirannya, namun juga negosiasi dengan berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya pada masa kini dan masa mendatang,” lanjutnya.
Lihat Juga :